Teknopreneur.com – Data ketenagakerjaan yang dirilis oleh Badan Pusat Statistik (BPS) Pusat menunjukkan jumlah pengangguran di Indonesia masih berada pada angka 5,7% dari seluruh total penduduk Indonesia yang termasuk angkatan kerja. Mereka yang masuk dalam ketegori angkatan kerja adalah penduduk yang berusia 15 tahun ke atas. Jumlah ini menurun dari hasil perhitungan Agustus 2013 lalu yang menunjukkan angka 6,17%. Dari jumlah 5,7% persen tersebut, terdapat 1.456,2 ribu penduduk Indonesia yang masuk dalam angkatan kerja berada pada status setengah menganggur. Mereka adalah penduduk yang memiliki jam kerja kurang dari 35 jam seminggu. Data ini disampaikan oleh ketua BPS Pusat, Suryamin dalam presentasi haril perhitungan ketenagakerjaan triwulan I tahun 2014 pada (2/5). 

Jumlah penduduk tersebut juga dihitung berdasarkan status pekerjaaannya. Dari hasil perhitungan BPS, penduduk Indonesia dibagi menjadi beberapa kategori menurut status pekerjaannya, diantaranya pekerja yang berusaha sendiri, pekerja yang berusaha dibantu buruh tidak tetap, pekerja yang dibantu buruh tetap, pegawai, pekerja bebas, dan pekerja keluarga. Diantara beberapa kategori tersebut, pekerja yang berusaha sendiri merupakan entrepreneur yang ada di Indonesia.

BPS Pusat juga menghitung bahwa selama satu tahun terakhir, sejak Februari 2013 ke Februari 2014, jumlah entrepreneur di Indonesia mengalami kenaikan. Tahun lalu, jumlah entrepreneur di Indonesia mencapai 44,01 juta orang. Februari 2014 ini, BPS mencatat jumlah entrepreneur di Indonesia naik menjadi 44,20 juta orang. Ini artinya, jumlah entrepreneur di Indonesia naik sekitar 190 ribu orang.

Hasil ini tentu menunjukkan hasil positif yang karena ternyata entrepreneur di Indonesia dapat mendukung kemajuan perekonomian di Indonesia. Untuk perhitungan selanjutnya, ketua BPS Pusat, Suryamin optimis jumlah entrepreneur di Indonesia akan kembali mengalami kenaikan. Hal ini karena Indonesia akan mengadapi pasar bebas 2015 mendatang. Sebagai Negara berkembang, Indonesia masih membutuhkan banyak entrepreneur di segala bidang, termasuk teknologi.