Teknopreneur.com – Berdasarkan data Organisasi Meteorologi Dunia (WMO) tingkat karbon dioksida (CO2) di atmosfer meningkat sangat pesat selama satu dasawarsa terakhir.  Pada tahun 2012, kandungan karbon dioksida mencapai 393,1 bagian per juta (ppm) di atmosfer, gas penyebab efek pemanasan pada iklim bumi tersebut telah mengalami peningkatan yang signifikan yaitu 2,2 bagian per juta dibanding tahun lalu. Sementara itu, penyumbang emisi terbesar berasal dari negara-negara dengan penduduk padat di Asia Tenggara.

Pengembangan kota rendah emisi tengah diupayakan dan diperkenalkan di kota-kota Indonesia melalui program Pembangunan Kota Rendah Emisi atau An Urban Low Emissions Development Strategy (Urban-LEDS). Program tersebut merupakan kerjasama International Council for Local Environtmental Initiatives (ICLEI), yakni asosiasi internasional dari 200 pemerintah lokal yang ada di 43 negara dan Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (APEKSI).

“Nantinya, program Urban LEDS akan membantu kota untuk menyusun analisis skema penggunaan energi dan profil emisi di setiap kota. Analisis itu akan menjadi dasar penyusunan strategi rendah karbon di masing-masing kota,” papar Mary Jane Ortega, wakil presiden ICLEI.

Konsep itulah yang diujicobakan terhadap Kota Bogor dan Balikpapan sebagai model percontohan kota rendah emisi karbon. Kedua kota tersebut akan membantu pemerintah lokal untuk mendesain pengembangan kota rendah emisi.

Kota Bogor dan Balikpapan telah menuju revitalisasi secara bertahap, didanai oleh Uni Eropa dan dikerjakan oleh ICLEI Asia Tenggara. Strategi yang diterapkan di Bogor diantaranya transportasi ramah lingkungan yaitu membangun 23,5 km pedestrian sebagai kawasan bebas kendaraan bermotor (pejalan kaki dan pengguna sepeda ), pengembangan dan pengaturan sarana transportasi umum. Kedua, pembangunan gedung ramah lingkungan terutama pada gedung pemerintahan dan DPRD. Strategi lainnya adalah tempat pembuangan sampah ramah lingkungan seperti pembangunan lahan sanitasi dan tempat penyaringan logam metana di TPA Kayumanis.

Sedikit berbeda dengan Kota Bogor, Balikpapan sebagai kota yang berada di pesisir pantai sedang menggiatkan pembangunan infrastruktur rendah emisi sebagai pola pembangunan kota, merancang pengembangan sarana transportasi umum dan fasilitas akses kemudahan menuju area pantai.