Teknopreneur.com – Bertambahnya usia harapan hidup di Indonesia, menimbulkan masalah baru yaitu proses penuaan otak dan jaringan saraf.  Selain itu, penyakit neuro-degeneratif dan metabolik seperti demensia, gangguan fungsi eksekutif, keseimbangan, koordinasi, rasa tidak nyaman fungsi sensorik pada ektrimitas juga semakin meningkat. Belum lagi, hasil Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) menunjukkan 15,4% stroke merupakan penyebab kematian dan kecacatan utama di hampir seluruh rumah sakit di Indonesia. Hal ini akan menjadi permasalahan nasional jika tidak diantisipasi.

Pemerintah pusat membangun sebuah Rumah Sakit Pusat Otak Nasional (National Brain Centre Hospital) yang diharapkan mampu meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan otak dan saraf di Indonesia. Ada hal menarik dalam peresmian Rumah Sakit Pusat Otak Nasional yang akan dilakukan dalam waktu dekat (tahun 2014). Menurut Oscar Primadi, Kepala Pusat Data dan Informasi Kementrian Kesehatan pada saat peresmian akan didemonstrasikan teleconsultation.

“Akan dilakukan diagnosis jarak jauh,” ucapnya.

Dengan teleconsultation maka dokter lokal dapat meminta pendapat dan berdiskusi dengan dokter spesialis di tempat yang jauh mengenai diagnosis yang dibuatnya.

Rumah Sakit Pusat Otak Nasional  akan menjadi pionir pelaksanaan brain check up yang komprehensif, dan  bisa menjadi salah satu standar dalam pemeriksaan kesehatan. Selain itu juga bisa menjadi pusat pelayanan terpadu, trauma serebrospinal, pusat pelayanan gangguan memori dan neurobehavior, pusat pelayanan infeksi susunan saraf pusat (SSP) dan human immunodeficiency virus (HIV), pusat pelayanan epilepsi, pusat pelayanan neuro-onkologi, dan penelitian neuroscience (Basic dan Clinical) di pelayanan unggulan.

Rumah sakit ini diharapkan dapat menjadi inspirator bagi pihak swasta nasional untuk membangun fasilitas kesehatan otak dan saraf di wilayah lain, mengingat masih besarnya potensi pasar yang ada, dan tidak cukup hanya ditanggung oleh pemerintah saja.