Teknopreneur.com – Makin menipisnya cadangan minyak bumi di Indonesia memunculkan kekhawatiran masyarakat akan tidak terpenuhinya energi minyak bumi. Apalagi 60% penggunaan minyak bumi di Indonesia dialokasikan untuk sarana transportasi. Beberapa tahun belakangan, kurangnya pasokan minyak bumi bahkan membuat warga kesulitan mencari BBM dan terpaksa menggunakan bahan bakar yang lebih mahal.

Melihat kondisi ini, Indonesia mulai mengembangkan mobil listrik seperti yang sudah dikembangkan Jepang. Kehadiran mobil listrik ini tidak lagi menggunakan bahan bakar minyak sehingga secara otomatis dapat menghemat penggunaan minyak bumi untuk sector transportasi. Selain itu, mobil listrik juga menggunakan sumber energi yang lebih bersih sehingga lebih ramah lingkungan.

Indonesia optimis mengembangkan mobil listrik sebagai alternatif sarana tranportasi massal di masa yang akan datang. Hal tersebut disampaikan oleh Bambang Suteja selaku asisten Deputi Bidang relevansi dan Produktivitas IPTEK Kementerian Riset dan Teknologi saat mengisi seminar mobil listrik di Gedung Seba Guna (GSG) Unila pada (30/4). Menurutnya, selama ini Kemenristek telah melakukan pengembangan untuk kemunculan berbagai IPTEK terbarukan, termasuk mobil listrik. Ia menambahkan, Jepang juga telah menawarkan kerjasama untuk pengembangan mobil listrik di Indonesia.

Bambang berharap, berbagai perguruan tinggi di Indonesia dapat membantu pengembangan mobil listrik ini. Menurutnya, kerjasama yang baik antara universitas, Kemenristek, dan perusahaan yang bersedia mendukung rencana ini akan membuat harapan Indonesia mempunyai mobil listrik sebagai sarana transportasi massal tak sekadar harapan.