Teknopreneur.com- Peralatan untuk mendesain alat pengatur kereta api secara otomatis ini awalnya menggunakan kereta api mainan yang dimodifikasi dengan dua buah sensor. Sensor pertama untuk mendeteksi jarak dan yang kedua yaitu sensor posisi untuk mengontrol pengereman. Sehingga jika ada benda asing yang tingginya lebih dari 10 cm akan kereta akan mengerem secara mendadak.

Sensor posisi menggunakan Mikrokontroler Attiny 2313-20PU dan Arduino Duemilanove 328 sehingga dapat diprogram ulang agar dapat digunakan kembali sebagai pengontrol

sistem otomatis pada gerbang dan palang pintu kereta api mainan selanjutnya. Pada sensor ini diperlukan batu baterai sebagai energi catu daya yang bertegangan 5 Volt sehingga dapat menggerakan kereta api mainan yang bertegangan 9 Volt.

Selain itu dibutuhkan juga Broad Band sebagai tempat pemasangan rangkaian sebelum dipindahkan ke PCB (Printed Circuit Board) yang berfungsi untuk meletakkan komponen- rangkaian permanen. Kemudian untuk mengubah voltase pada sensor menggunakan AN7805, dan untuk menguatkan sensor menggunakan LM324. Ada juga LM339 sebagai komparator atau rangkaian untuk masukan (perintah) ke mikrokontroler.

Pembuatan kereta api mainan ini dibagi menjadi dua tahap yaitu hardware dan software. Pada perangkat keras atau hardware tahapan dimulai dengan membuat rangkaian berupa adaptor untuk menurunkan tegangan agar tidak terjadi korsleting listrik.

Kemudian merangkai micro switch yang berfungsi sebagai tombol on off, saklar dan motor dinamo. Ketiga komponen ini dihubungkan dengan kabel dari diode ke relay, dan berujung pada motor dinamo. Jika motor dinamo ini diaktifkan maka akan ada arus yang mengalir yang kemudian akan dikendalikan oleh relay lalu disesuaikan dengan mesin oleh dioda.

Berikutnya adalah merangkai Microkontroller yang telah diisi dengan sensor serta perangkat-perangkat lainnya termasuk rangkaian switch. Pada rangkaian inilah dibuat pengaturan rangkaian otomasi yang terdiri dari pengaturan kereta api, pengereman, dan palang pintu pada rel kereta api mainan berbasis microkontroller.

Proses pengujian untuk kereta api mainan ini sudah selesai dan dinyatakan berhasil oleh Martinus, dosen pembimbing Ari Beni Santoso. Menurutnya, jika sistem otomasi ini diterapkan pada kereta api sebenarnya akan sangat membantu kerja pada operator kereta api dan dapat mengurangi resiko kecelakaan.