Teknopreneur.com – Kecelakaan kereta api setiap tahun meningkat bersamaan dengan meningkatnya penggunaan transportasi murah meriah ini. Hingga kini di Indonesia belum ada kereta api yang bisa berhenti secara otomatis jika ada kendaraan atau manusia didekatnya. Berbeda dengan negara tetangga, contohnya saja India yang telah menciptakan kereta api otomatis sehingga dua buah kereta api yang berada dilintasan yang sama tidak mengalami tabrakan.

Melihat perkembangan teknologi transportasi di luar negeri yang sudah canggih dan maraknya kasus kecelakaan kereta api di Indonesia lah yang menginspirasi Martinus S.T.,M.Sc., Dosen Teknik Mesin Unila untuk membuat sebuah sistem otomasi yang bisa menjalankan mesin kereta api secara otomatis.

Bersama bimbingannya Ari Beni Santoso, alumnus Teknik Mesin meneliti mengenai pengaturan kereta api secara otomatis. Mulai dari pengereman hingga palang pintu yang bergerak secara otomatis. Sistem tersebut berbasis mikrokontrol dengan menggunakan alat peraga berupa kereta api mainan. Namun bukan kereta api mainan biasa telah dimodifikasi sehingga mesinnya hampir menyerupai kereta api sebenarnya.

Selain kereta api, penelitian yang dimulai sejak 2011 ini juga membutuhkan gerbang dan palang pintu buatan. Tak membutuhkan banyak modal untuk kedua alat ini karena hanya dibuat dari papan setebal tiga cm dan palang pintu menggunakan piphet air minum.

Proses pengujian untuk kereta api mainan ini sudah selesai dan dinyatakan berhasil oleh Martinus, dosen pembimbing Ari Beni Santoso. Menurutnya, jika sistem otomasi ini diterapkan pada kereta api sebenarnya akan sangat membantu kerja pada operator kereta api. Selain itu, tingkat kecelakaan juga dapat diminimalisir karena semua otomatis. Meskipun begitu kereta api tetap membutuhkan seorang masinis untuk melakukan operasi awal. Namun tak sebanyak biasanyanya sehingga alokasi dana bisa dialihkan untuk proses produksi.