Teknopreneur.com – Krisis energi global secara intensif terus menjadi permasalahan dunia saat ini, maka dari itu solusi yang hemat biaya dan berkelanjutan tentu mutlak di perlukan,  salah satunya adalah etanol. Teknologi paling efisien untuk meanghasilkan etanol yaitu dari peratanian gula, ya apalagi kalau bukan Tebu sebagai bahana dasar yang diolah melalui proses permentasi.

Seperti kita ketahui saat ini Negara yang memiliki iklim tropis yang dapat menanam Tebu dengan hasil yang maksimal. Sebagai Contoh yaitu Brasil dan Amerika Latin (Karibia), Brazil berhasil memproduksi 87,8% produksi etanol dunia pada tahun 2010. Pada tahun 2010, Brazil memproduksi 26,2 miliar liter (6,92 miliar galon AS) bahan bakar etanol, 30,1% dari jumlah etanol dunia yang digunakan untuk bahan bakar.

Masih Pada tahun 2010, Badan Perlindungan Lingkungan Anerika Serikat menetapkan etanol gula tebu di Brazil sebagai bahan bakar bio paling maju karena mereka dapat mereduksi 61% dari total siklus hidup emisi gas rumah kaca. Saat ini, tidak ada lagi kendaraan kecil di Brasil yang hanya menggunakan bahan bakar bensin saja. Sejak tahun 1976, pemerintah mewajibkan semua mobil di Brazil harus bisa menggunakan bahan bakar campuran etanol dengan bensin, yang besarannya beragam, mulai dari 10% sampai 22%.

Dalam hal ini sama – sama kita ketahui Indonesia merupakan Negara tropis dengan luas wilayah lebih besar dari brazil, tentunya ini merupakan peluang besar bagi Negara (Pemerintah) kita untuk mulai serius menanggapi permasalahan krisis energy dunia dan memanfaatkan peluang ini untuk memenuhi  kebutuhan energi dalam negri.