Teknopreneur.com – Mayoritas pekerja saat ini mengidamkan untuk bisa menyelesaikan pekerjannya di manapun dengan perangkat apapun. Demikian hasil penelitian VMware MeConomy 2014, yang mempelajari dinamika perubahan New Workplace (tempat kerja baru) seiring bergantinya profil pekerja dari seorang baby boomer ke seorang millenial.

“Dari survei yang kami lakukan, lebih dari 60% pekerja dewasa di Indonesia menganggap kerja adalah sesuatu yang dilakukan dimanapun mereka berada. Sebanyak 72% responden juga peraya bahwa mereka dapat mempertahankan tingkat produktivitas di luar kantor, setidaknya 50% lebih banyak ketimbang bekerja di dalam kantor,” ujar Andreas Kagawa, Country Manager VMware Indonesia saat memaparkan survei Meconomy 2014 di Jakarta, Rabu (23/4).

Tidak heran, lanjut Andreas, sebanyak 87% pekerja dewasa di Indonesia memiliki lebih dari satu perangkat. Tidak hanya smartphone tapi juga tablet dan laptop. 92% dari mereka dipastikan bekerja saat sedang dalam perjalanan (mobile).

“64% dari responden penelitian kami di Indonesia merasa bahwa rumah mereka bisa dirangkap menjadi kantor sehingga bisa menjadi tempat kerja yang ideal,” tambahnya.

Dikatakan Andreas, ini merupakan tantangan perusahaan untuk bisa meningkatkan penyesuaian kebutuhan generasi pekerja millennial yang ingin mendapat informasi dan akses aman dimana saja dan kapan saja dibutuhkan.

“Kebanyakan mereka ingin kebebasan memilih aplikasi dan fleksibilitas dengan penyimpanan data. Oleh karena itu, dengan banyaknya titik akses, baik laptop, tablet maupun ponsel, divisi IT pasti ditekankan untuk bisa menyediakan jasa dan akses tingkat tinggi tanpa adanya resiko,” tegasnya. Kenyataan ini tak bisa diabaikan begitu saja oleh perusahaan, karena untuk memenuhi kebutuhan dan kenyamanan kerja karyawan millennial ini dibutuhkan dukungan IT yang kuat.

Dukungan IT yang dimaksud para pekerja dalam survei ini adalah tidak hanya akses ke jaringan yang lebih cepat, tapi juga perlengkapan yang berfungsi serta respon terhadapa permintaan IT secara realtime.

 Menurut Andreas untuk itu perusahaan mendapati tantangan yang meningkat untuk menyesuaikan kebutuhan-kebutuhan dari generasi yang disebut sebagai millenial ini. “IT harus mampu untuk menyediakan mereka kebebasan bekerja di perangkat apapun yang mereka inginkan, seperti desktop, laptop, tablet atau smartphone; mereka ingin kebebasan memilih aplikasi; dan mereka ingin fleksibilitas dengan penyimpanan data,” jelasnya. 

Menjawab kebutuhan akan dukungan yang lebih baik kepada pekerja mobile, VMware mengklaim VMware Horizon™ 6, sebuah portfolio terkini untuk solusi pengguna akhir miliknya, dirancang agar penggunaan dan manajemen desktop dan aplikasi virtual melalui satu platform tunggal bisa lebih disederhanakan.  VMware Horizon™ 6 memungkinkan satu ruang kerja terpadu yang membuat IT untuk secara efisien menghantarkan, melindungi dan mengelola aplikasi dan desktop Window untuk pekerja di seluruh virtual, fisik dan perangkat pribadi mereka. Perangkat ini tidak hanya memungkinkan IT untuk memenuhi kebutuhan tenaga kerja mobile, ia juga membantu IT mengendalikan biaya dan memungkinkan karyawan untuk bekerja dimana saja setiap saat.

Bukan hanya VMware, tren BYOD yang tengah berkembang ini juga akan dinikmati oleh seluruh penyedia layanan jasa Cloud computing di Indonesia. Sejumlah pelaku bisnis optimis, bisnis cloud computing di Indonesia terus bergairah. Pada tahun ini, mereka memprediksi, nilai transaksi hingga US$ 1 miliar. Semoga saja membawa manfaat bagi para teknopreneur.