Teknopreneur.com – Lagi dan lagi krisis energy yang melanda dunia terus merongrong Negara – Negara di dunia tentunya energy baru dan terbarukan (Renewable Energy) mutlak di perlukan, salah satunya denagan terus meneliti dan mengembangkan bahan yang menghasilkan etanol. Selain jagung dan tebu yang biasa digunakan sebagai bahan dasar trnyata alga (ganggang) bisa juga di gunakan bahkan lebih efektif.

mengacu pada tingkat produksi bahan bakar per hektar tanaman . Etanol jagung , bentuk yang paling umum memiliki hasil rata-rata 420 galon bahan bakar per hektar dalam satu tahun . Begitupun Tanaman lain memberikan hasil yang lebih tinggi  bahkan alternatif biomassaaaa atau etanol terbaik  yaitu  tebu Brasil , hanya menghasilkan 860 galon per hektar , Sedangakan alga (gangang) hampir tidak menggaruk permukaan terbukti bisa menghasilkan sampai  mencapai kisaran 8.000 galon per hektar dalam  satu tahun.

Di antara bahan bakar canggih linnya alga telah memiliki tempat bahkan bisa menjadi pemimpin industri , terutama karena kesederhanaan yang melekat pada prosesnya . Konversi ganggang untuk bahan bakar hanya membutuhkan sinar matahari , karbon dioksida dan air asin untuk menghasilkan etanol , bensin , jet dan diesel. Selain itu , proses produksi biofuel ganggang membantu mengatasi kelangkaan air dan kekeringan isu-isu segar secara alami mengubah air asin menjadi 1,4 galon air segar untuk setiap galon bahan bakar.

Lagi dan lagi ini merupakan peluang bagi Indonesia, sama – sama kiata ketahui Indonesia merupakan neagara maritime dengan kata lain memiliki garis pantai yang begitu panjang yang tetunya bisa dengan mudah menemukan alga dan diamanfaaatakan semaksimal muangki. Tinggal sejauh mana Negara (Pemerintah) memandang hal ini dengan bijaksana dan sekali lagi agar lebih mengutamaakan kepentingan dan kebutuhan warga negaranya.