Teknoprenuer.com – Masih terbayang dibenak kita tentang dasyatnya tsunami di aceh, terahir tsunami melanda jepang yang mengakibatkan rusaknya reaktor nuklir yang zat radioaktifnya terkenal  berbahaya. Hal ini tentunya menjadi pengalaman untuk para peneliti dan ilmuan, dengan mencoba merancang teknolgi baru. Yaitu Pembangkit Llistrik Tenaga Nuklir (PLTN) yang di tancapkan (mengambang) di laut lepas.

Dengan belajar dari pengalaman tsunami dijepang yang ternyata kerusakan terhadap reaktor nuklir itu bukan semata – mata akbat tsunami dan gempa bumi, melainkan efek samping khususnya krangnya pendinginan terhadap initi reaktor karna shutdown kekuasaan berada di stasiun.

Para peneliti dari MIT bersama beberapa orang dari University of Wisconsin dan  Chicago Bridge ingin menyajikan konsep PLTN baru, yang diharapkan bias melarikan diri dari bencana di masa yang akan datang. Konsep barunya itu di beri nama Small Modular Reaktor Symposium yang diselenggarakan oleh American Society of Mechanical Engineers .

Konsep PLTN baru ini  yaitu dengan  dibangun pada platform mengambang ke laut,  model setelah platform yang sama digunakan untuk beberapa platform pengeboran lepas pantai . Selain itu , seperti dicatat oleh MIT , “tanaman mengambang tersebut akan dirancang untuk secara otomatis didinginkan oleh air laut sekitarnya dalam skenario terburuk , yang tanpa batas akan mencegah mencairnya batang bahan bakar , atau melarikan diri dari bahan radioaktif.