Teknopreneur.com – Di Indonesia, elektroliser seringkali dikembangkan sebagai salah satu teknologi terapan. Bunga api yang dihasilkan tabung elektroliser dapat digunakan sebagai pengganti api kompor saat memasak. Selain itu, alat ini juga dapat menghemat pemakaian bahan bakar.

Ditangan Oki Sanjaya, alat ini dimanfaatkan untuk hal lain. Alumni Universitas Lampung ini memanfaatkan elektroliser sebagai media pembelajaran. Konsep pembelajaran elektroliser berfungsi untuk menjelaskan konsep termodinamika kepada peserta didik. Alat ini digunakan untuk menjelaskan tentang pengaruh tegangan terhadap gas hidrogen dan oksigen yang dihasilkan.

Ide Oki muncul saat menyenyam pendidikan di bangku sekolah menengah atas. Ia kerap kali merasa jenuh saat harus menerima mata pelajaran fisika. Kurangnya fasilitas yang disedikan sekolah seringkali membuat ia dan teman-temannya jarang melakukan praktek lapangan. Metode hafalan seringkali menjadi alternatif pilihan.

Dari situ, Oki ingin membuat sebuah media pembelajaran yang dapat digunakan untuk menjelaskan konsep termodinamika. Alat ini dilengkapi termometer yang berfungsi untuk mengukur suhu. Siswa dapat menggunakannya dengan memasukkan akuades dan larutan elektrolit ke dalam wadah yang tersedia. Selanjutnya, siswa diminta mengamati reaksi yang terjadi dalam tabung. Reaksi inilah yang selanjutnya akan dianalisis.

Apabila dikembangkan, media pembelajaran yang Oki buat tentu menjadi sebuah media pembelajaran baru dalam ilmu fisika. Ilmu yang seringkali dianggap sulit ini diharapkan dapat lebih dipahami dengan hadirnya media pembelajaran dari elektroliser ini. Selain itu, alat ini juga dapat digunakan untuk mendeteksi limbah yang terkandung dalam air berdasarkan reaksi yang terjadi saat sampel air dimasukkan. 

(sumber : teknokra.com)