Teknopreneur.com – Gelaran festival film indie yang diadakan oleh IBI Darmajaya, Bandar Lampung terbuka untuk seluruh masyarakat yang berdomisi di Indonesia. Kompetisi yang akan ditutup pendaftarannya pada 12 April mendatang ini menantang pencinta film untuk memproduksi sendiri film indie. Tak ada tema khusus yang disyaratkan oleh panitia penyelenggara. Teknik pembuatan film juga tak diatur terlalu rumit. Dengan begitu, diharapkan jiwa kreatif peserta dapat tumbuh melalui film. Namun, film yang akan dibuat tentu tak boleh mengandung unsur SARA atau pornografi.

Selain mengundang masyarakat umum, kompetisi bertaraf nasional ini juga membolehkan setiap peserta untuk mengirimkan lebih dari satu karya. Sesuai dengan judul festival, cerita dalam film yang dibuat merupakan cerita dari daerah lokal peserta. Durasi film pendek ini berkisar lima sampai dengan lima belas menit.  

Kriteria penilaian dalam lomba ini dititik beratkan pada isi dan ide cerita. Selain itu, teknik pembuatan dan kreatifitas serta originalitas juga menjadi hal penting yang dinilai. Acara yang dibuka sejak 1 Jnuari lalu itu merupakan program kerja Unit Kegiatan Mahasiswa Bidang Iptek Darmajaya Computer and Film Club (UKM DCFC) sejak 2009.

Peserta yang tertarik mengikuti festival ini dapat berkunjung ke website www. ffidj.dcfcnetwork.com untuk pendaftaran. Hanya dengan membayar donasi 50 ribu rupiah peserta berhak mengikutsertakan satu film dalam kompetisi tersebut. Selain itu, peserta juga berkesempatan diundang pada acara malam anugerah yang rencananya akan digelar 3 Juni mendatang.