Teknopreneur.com – Sejak dua tahun lalu, Herry memikirkan untuk membuat emas hitam yang menggunakan sekam padi sebagai bahan dasarnya. Sedangkan Rahmat dan ketiga rekannya memulai penelitian mereka sejak februari 2011 lalu. Dibutuhkan kurang lebih 4 bulan untuk membuat emas hitam penghemat BBM ini.

Dalam proses pembuatannya, Rahmat dan rekan-rekannya hanya mengandalkan dana pribadi dari tim. Menurut Rahmat, semua bahan-bahan yang digunakan dalam pembuatan alat ini, keberadaannya melimpah di lampung serta mudah didapatkan dan dapat diperbarui. Selain memanfaatkan limbah pertanian, alat ini juga dibuat untuk mengoptimalkan potensi daerah lampung.

Untuk membuat alat ini Rahmat dan ketiga rekannya memakai sekam padi sebagai bahan utamanya. Namun, sekam padi dapat diganti dengan limbah pertanian lainnya seperti kayu dan bonggol jagung. Sekam pagi tersebut kemudian disangrai hingga menjadi arang yang selanjutkan didinginkan. Setelah arang hasil sangrai sekam pagi tadi dingin, proses selanjutnya adalah menumbuknya hingga halus dengan ukuran 100 Mesh (satuan ayakan).

Bubuk arang atau hasil tumbukan arang tadi, kemudian dicampur dengan aquades atau air dan tepung tapioka. Tepung tapioka di sini berperan sebagai perekat. Adonan bubuk arang, aquades, dan tepung tapioka kemudian diuleni hingga kalis sebelum akhirnya dicetak.

Adonan tersebut kemudian dicetak dengan menggunakan pipa silinder berongga yang memiliki diameter 10 mm, dan ketebalan 5 mm. Hasil cetakan ini berbentuk tablet hitam, seperti jolang jaling yang kemudian disebut sebagai emas hitam. Kemudian emas hitam tersebut didiamkan dalam suhu ruangan sebelum diaktivasi fisik. Aktivasi ini dilakukan dengan cara dioven selama 1 jam dengan suhu 150oC. Cetakan yang telah diaktivasi atau disebut arang aktif kemudian dimasukkan ke dalam plastik kedap udara agar daya adsorbennya tetap. 

Proses pembuatannya dilanjutkan dengan membuat frame atau tempat yang nantinya akan digunakan untuk menyimpan arang aktif ini saat dipasang dalam filter kendaraan. Frame ini dibuat menggunakan kawat streaming dan dibentuk sesuai dengan  dimensi filter kendaraan. “Kan setiap kendaraan bentuk filternya berbeda-beda. Jadi harus menyesuaikan bentuknya,” kata Rahmat. Dalam contoh Rahmat, bentuk frame yang digunakan saat uji coba adalah persegi panjang sesuai dengan dimensi filter motor Yamaha  Jupiter miliknya.

Selanjutnya arang aktif diletakkan ke dalam frame secara teratur. Dalam setiap frame membutuhkan 15 gram arang aktif. Frame yang telah diisi dengan arang aktif kemudian diletakkan di atas filter kendaraan. Arang aktif ini berfungsi sebagai penyerab atau adsorben uap air dan Nitrogen dari udara.

Dalam penggunaannya, alat ini mampu menghemat energi hingga 42% pada kecepatan 40 km/jam secara konstan. Sedangkan jika berkendara dengan kecepatan 60 km/jam, dapat menghemat energi hingga 39%. Selain itu, alat ini juga dapat menurunkan emisi gas buang seperti gas Karbonmonoksida (CO) sebesar 14-30% dan gas hidrokarbon (HC) sebesar 28-52 %. Jadi, selain dapat menghemat bahan bakar, alat ini juga ramah lingkungan.