Teknopreneur.com – Polusi udara barangkali sudah menjadi rahasia umum di Indonesia. Di kota-kota besar, jalanan selalu padat dengan kendaraan umum maupun pribadi. Asap tebal kendaraan kerap dijumpai. Dan polusi udara pun menjadi tak terkendali.

Antrian panjang kendaraan kerap terjadi di SPBU Indonesia. Tingginya pemakaian BBM oleh industri dan masyarakat mengakibatkan terjadinya krisis energi. Hemat dalam menggunakan bahan bakar ini menjadi satu hal yang diwajibakan pemerintah.  Tapi kenyataannya sulit untuk berhemat dengan cara tidak menggunakan bahan bakar tersebut.

Hal inilah yang memicu Rahmat Afrizal Siregar (Teknik Mesin ’05) beserta ketiga rekannya, Dimas Rilham (Teknik Mesin ’06), Prima Kumbara (Teknik Mesin ’06), dan M. Tito Riko R. (Teknik Mesin ’05) muncul sebagai penemu alat penghemat BBM. Alat ini dinamai Emas Hitam Penghemat BBM asal Provinsi Lampung.

Menurut Rahmat, ide untuk membuat alat ini berasal dari dosen pembimbingnya, Herry Wardono yang diambil dari skripsinya yang berjudul Pengaruh Penggunaan Arang Sekam Padi Sebagai Adsorben Udara Pembakaran Terhadap Prestasi Sepeda Motor Bensin 4 Langkah, yang kemudian ditambahkan dengan uji emisi kendaraan.

Menurut herry, penelitian emas hitam penghemat BBM ini merupakan proyek lanjutan dari penelitian Zeolit Alam yang sudah ia lakukan sejak 2003 lalu. Zeolit Alam ini pada dasarnya digunakan untuk menyaring udara dan menghemat bahan bakar. Zeolit merupakan suatu jenis batuan yang digunakan untuk mereduksi atau menurunkan kadar Nitrogen yang ikut masuk dalam proses pembakaran bahan bakar.

 Sedangkan sekam padi, yang digunakan oleh Rahmat dan kawan-kawan dalam penelitiannya, dapat mereduksi kadar uap air yang ikut masuk dalam proses pembakaran.