Teknopreneur.com – Robot bermata manusia ini mempunyai cara kerja dengan  mendeteksi adanya garis atau tidak pada permukaan lintas robot tersebut. Kemudian informasi yang diterima sensor garis diteruskan ke proses untuk diolah sedemikian rupa dan akhirnya hasil informasi olahannya diteruskan ke penggerak atau motor. Sehingga  motor dapat menyesuaikan gerak tubuh robot sesuai garis yang dideteksinya.

Pada konstruksi yang sederhana, robot line follower memiliki dua sensor garis A-kiri dan B-kanan, yang terhubung ke dua motor (kanan dan kiri) secara bersilang melalui sebuah prosesor/driver. Sensor garis A (kiri) mengendalikan motor kanan, sedangkan sensor garis B (kanan) mengendalikan motor kiri.

Ketika sensor A mendeteksi garis sedangkan sensor B keluar garis ini berarti posisi robot berada lebih sebelah kanan dari garis, untuk itu motor kanan akan aktif sedangkan motor kiri akan mati.  Akibatnya motor akan berbelok kearah kiri.

Begitu sebaliknya keika sensor B mendeteksi garis, motor kiri aktif dan motor kanan mati, maka robot akan berbelok ke kanan. Jika kedua sensor mendeteksi garis maka kedua motor akan aktif dan robot akan bergerak maju.

Untuk  merakit robot line follower ini mengalami beberapa kendala yaitu tidak semua komponen-komponen yang dibutuhkan dapat dibeli di Lampung sehingga  membelinya di luar Lampung dengan melalui pembelian secara online.