Teknokpreuner.com – Berawal dari pengalaman pribadi, dosen Fakultas Teknik Elektro ini mampu menciptakan hal baru. Ageng Sadnowo Mengaku acap kali lupa jumlah rakaat saat sedang menunaikan shalat. Kelupaannya itu disebabkan karena ia terlalu stres mengerjakan tesis untuk gelar magisternya.

Ageng bahkan sempat menghindari shalat berjamaah di Masjid. Sebagai direktur Rumah Amal Al-Wasi’i Unila, Ageng sering diminta menjadi imam. Hal itulah yang menjadi beban dipikirannya. Ia tak mau jamaahnya juga salah rakaat.

Ia pun berinisiatif membuat alat bantu shalat. Alat yang berbentuk balok ini mampu mencatat jumlah rakaat dan jumlah sujud dalam shalat. Tak hanya itu, alat ini juga dirancang untuk memberikan kode agar penggunanya melakukan tahiyat awal, tahiyat akhir, dan salam. Dengan alat ini, seseorang tak perlu takut lupa jumlah rakaat, jumlah sujud, atau total rakaat shalat yang sedang dikerjakannya.

Alat yang biasa disingkat alat bantu shalat (ABS) ini ia ciptakan untuk membantu orang yang mengalami stres, pikun, atau orang yang sedang sakit. Kehadiran alat ini dapat membantu para manula yang hendak menjalankan ibadah. Dengan alat ini, seseorang yang akan menjalankan ibadah dapat terbantu. Para manula juga dapat lebih khusuk menjalankan sholat tanpa harus kerepotan mengingat rakaat yang telah dikerjakannya.