Teknopreneur.com- Tanaman algae ternyata dapat menjadi solusi untuk mengurangi kadar limbah akibat aktivitas industri. Tanaman ini terbukti efektif menyerap logam berat. Pemanfaatan tanaman Algae dapat menjawab permasalahan limbah industri tambang di Indonesia. 

Ketertarikannya meneliti tanaman algae muncul saat melihat kondisi air. Prof. Buhani khawatir dengan air di daerah Lampung yang telah tercemar bahan-bahan kimia. Menurutnya, bahan-bahan kimia terutama logam berat sangat berbahaya. Bila dikonsumsi, logam berat tersebut dapat mempengaruhi sistem kerja organ tubuh.

Keberadaan logam berat jelas tidak dapat dibiarkan begitu saja karena dampaknya akan sangat berbahaya bagi kehidupan. Tak hanya beracun, zat ini juga dapat merusak ekosistem alam. Dosen Fakultas Matematika dan Ilmu Penetahuan Alam Universitas Lampung ini menilai jika pencemaran ini dibiarkan akan mengancam generasi yang akan datang. Ia menambahkan, pencemaran air harus segera ditangani agar masyarakat tidak kesulitan air bersih. “Jaman dahulu, orang-orang kita bisa memanfaatkan air sungai atau air sumur sebagai sumber air bersih. Namun, saat ini sangat sulit kita temukan air sungai yang jernih dan dapat dikonsumsi oleh manusia,” ujarnya. Dari situ, ia menawarkan solusi untuk menghilangkan logam berat yang mencemari air menggunakan biomassa algae. Biomassa algae adalah zat menyerap logam berat yang bahan dasarnya adalah tanaman algae.

Di Indonesia, tanaman algae sering disebut dengan nama ganggang. Tanaman ini banyak tumbuh di daerah yang lembab. Saking suburnya, dalam jumlah yang sangat banyak, algae seringkali dianggap sebagai tanaman yang mengotori perairan. Warna hijau atau merah yang dimiliki tanaman algae memberi kesan danau atau sungai yang menjadi tempat tumbuh tanaman ini tak bersih.   

Namun, Buhani mampu melihat potensi tanaman algae dari sisi yang berbeda. Sejak tahun 2000, ia telah meneliti tanaman yang belum memiliki daun, batang, dan akar secara jelas ini. Dikatakan tak jelas karena perbedaan fungsi organ-organ tanaman tersebut tak terlalu terlihat. Dalam ilmu taksonomi, tanaman algae masuk ke dalam kelas thalophyta (talus).

Dari penelitian yang ia lakukan secara berkala itu, Buhani sudah menerbitkan 32 jurnal. Jurnal yang ia buat juga seringkali dijadikan topik dalam seminar. Sampai saat ini, hasil penelitiannya ini telah dibahas dalam seminar sebanyak 16 kali. Dalam proses penelitian, ia  juga melibatkan mahasiswanya.