Teknopreneur.com – Sebuah desa di perbatasan antara Kabupaten Cirebon dengan kabupaten Kuningan siapa sangka dengan kondisi yang jauh dari wilayah perkotaan ternyata memiliki akses untuk mendapatkan jaringan internet hotspot.

Nandar pria yang berprofesi sebagai guru honorer dan kini telah memiliki anak dan istri ini mencoba menghadirkan internet ke desa Cisaat, kecamatan Dukupuntang, kabupaten Cirebon tempat kelahirannya tersebut. Ia yang merupakan alumni dari FKIP Unswagati ini mengatakan bahwa,

“Saya melakukannya untuk membangun desa ini melalui internet, karena saya berharap generasi di desa Cisaat dapat melek internet.” ujarnya kepada Teknopreneur.

Saat ini pengguna hotspotnya telah banyak memberikan manfaat untuk masyarakat di desa Cisaat. Mulai dari guru, pelajar, pondok pesantren, bahkan ketika di desanya didatangi mahasiswa Kuliah Kerja Nyata hotspot inilah yang membantu mahasiswa tersebut kegiatan sehari-harinya. Sudah ada tiga Sekolah Dasar, satu Sekolah Menengah Pertama dan dua Pondok Pesantren yang menggunakan jasa hotspotnya.

Agar dapat menggunakan jasanya, satu user wajib patungan Rp50.000,- untuk satu bulan. “Untuk bisa memakai hotspot, kita patungan 50 ribuan. Ya sama-sama untung lah, dan cukup murah dibandingkan dengan layanan internet komersial lainnya.” tambahnya.

Saat ini ia telah menekuni lebih dari empat tahun yang lalu, dan berharap agar mendapatkan bantuan dari pemerintah, agar biaya internet di desanya dapat lebih terjangkau bagi warga desa Cisaat. Sehingga warga dapat memanfaatkan internet untuk memudahkan belajar teknologi dan segala hal positif yang ada dari kemajuan teknologi di desanya.