Teknopreneur.com – Kenaikan harga-harga barang secara umum yang dialami oleh sejumlah barang volatile food di Indonesia berimbas pula pada naiknya harga pakan ikan. Pakan merupakan faktor utama dalam proses pertumbuhan ikan. Dalam jangka panjang kenaikan harga pakan juga akan berimbas kepada naiknya harga ikan segar di pasaran.

Berlatar belakang itu, Rakhmawati yang berprofesi sebagai dosen Peternakan Politeknik Negeri Lampung membuat penelitian untuk menyiasati kenaikan harga pakan. Ia memanfaatkan limbah kulit singkong sebagai bahan baku dalam proses pembuatan pakan ikan.

Pembuatan pakan ikan berbahan dasar kulit singkong ini cukup mudah. Kulit singkong yang sudah dicuci  lalu dikeringkan dan diiris-iris menjadi ukuran yang kecil. Pupuk Mollase, pupuk NPK, dan Kapang Aspergillus juga dicampurkan ke dalam campuran kulit singkong tadi lalu diaduk-aduk hingga tercampur merata. Selanjutnya campuran dari berbagai bahan tersebut difermentasi hingga 5 hari. Aspergillus yang dicampurkan de dalam campuran adalah 10% dari berat kulit singkong kering. Setelah 5 hari campuran berbagai bahan tersebut dikeringkan dan dihaluskan hingga membentuk pelet pada umumnya.

Pelet hasil penelitian Rakhmawati ini mengandung protein nabati dan hewani sehingga bisa bertahan cukup lama. “pupuk ini bisa bertahan 3 sampai 5 bulan” imbuhnya.