Teknopreneur.com – Pernah melihat ATM Sharing di Mall, atau tempat-tempat lain? Berbagi infrastruktur seperti ini sudah dianggap lumrah dalam dunia perbangkan. Hal itu juga yang ingin dilakukan di bidang telekomunikasi  seperti yang dibahas dalam kegiatan  IndoTelko Forum mengenai ‘Berbagi Infrastruktur Kurangi Defisit Neraca Perdagangan’ di Balai Kartini, Jakarta, Selasa (18/3/2014)

Adi Kusuma, President Director Biznet Networks mengatakan ada beberapa alasan  mengapa berbagi infrastruktur di Indonesia menjadi penting karena jumlah pemilik jaringan dasar sangat terbatas, biaya investasi dan operasi perangkat telekomunikasi sangat mahal, jumlah tenaga ahli yang terbatas untuk mengoperasikan jaringan, pembangunan juga lebih terkendali sehingga jalan atau rute yang sama tidak harus dibongkar berganti, serta dapat menghemat devisa negara.

Menurutnya agar berbagi infrastruktur ini sukses ada tiga kuncinya yaitu regulasi dan bisnis yang adil bagi semua pihak, human resources yang kompeten untuk mengoperasikan jaringan dengan baik dan optimal, kompetisi pelayanan lebih berorientasi kepada pelanggan

President Director XL Axiata  Husnul Suhaimi menjelaskan  ada lima kategori yang umumnya digunakan oleh operator seluler yaitu berbagi situs, tower, RAN, jaringan roaming, dan jaringan inti.

Dalam hal berbagi infrastruktur, Rizkan Chandra, Direktur Network IT dan Solution Telcom juga  berharap pemerintah harus mampu membatasi jumlah penyedia jaringan telekomunikasi dengan mempertimbangkan efisiensi dan pemerataan pembangunan nasional.