Teknopreneur.com – Punya rencana usaha tetapi tidak memiliki modal. Permasalahan ini seringkali muncul bagi early-stage startup. Mereka kesulitan mendapatkan pinjaman bank. Tak jarang beberapa diantaranya mengandalkan tabungan mereka sendiri, teman, dan keluarga untuk membiayai bisnis barunya. Belum lagi yang tak memiliki koneksi,  padahal bisa jadi potensi bisnis mereka besar. Akhirnya mereka tumbang karena tak mampu mendanai pengeluaran yang diperlukan di saat awal. Selain itu, banyak dari pendiri ini juga tidak memiliki pengetahuan dan keterampilan yang diperlukan untuk mendapat dana dari pemodal professional.

Untuk memenuhi kebutuhan pendanaan untuk early-stage startup, membuat lebih profesional kegiatan investasi yang dilakukan oleh orang-orang kaya, serta menawarkan peluang investasi yang sama bagi seluruh rakyat Indonesia, ANGIN (Angel Investment Network Indonesia) pun lahir pada tahun 2012.

Misi ANGIN adalah menjadi catalyst untuk early-stage startup yang didirikan oleh orang Indonesia yang memiliki potensi untuk menjadi bisnis terkemuka di tahun-tahun mendatang dan kemudian mendorong pertumbuhan ekonomi negara Indonesia.

Para investor di belakang ANGIN adalah pengusaha wanita sukses seperti Shinta Kamdani, Lanny Angkosubroto, Lillie Tanmizi, Gail Aluwi, Mee Kim, Nellie Akili, Noni Purnomo, Sheila Tiwan, Svida Alisjahbana, dan Tience Sumartini. Mereka tidak hanya menjadi investor, tapi juga menjadi mentor yang memberikan sesi bimbingan one-on-one setiap bulan kepada startup yang mendapatkan dana dari ANGIN.