Teknopreneur.com – Telemetri merupakan salah satu komponen penting dalam pesawat tanpa awak. Aalat ini berfungsi sebagai penyampai informasi dalam pesawat selama perjalanan. Informasi tersebut selanjutnya akan diteruskan pada komputer di ruang control. Dari ruang kontrol inilah, kita dapat memantau aktivitas pesawat ketika terbang tanpa harus berada di dalam pesawat.

Telemetri ini ditaksir seharga 17 juta rupiah per unitnya. Selama ini, Indonesia belum mampu menciptakan telemetri secara mandiri. Indonesia masih mengandalkan negara-negara maju seperti Jepang untuk melengkapi komponen ini.  

Telemetri juga ditunjang oleh beberapa peralatan lainnya. Selain telemetri, pesawat tanpa awak dilengkapi berbagai macam sensor GPS, kompas, dan auto pilot. Sensor GPS yang ada dalam pesawat akan membantu pesawat menemukan lokasi yang dituju dengan bantuan kompas. Selain itu, auto pilot berfungsi sebagai pilot otomatis menggantikan manusia.

Agar pesawat ini dapat terbang sesuai keinginan, sebelum lepas landas, perlu dilakukan penyetelan lokasi yang akan dilewati. Pesawat juga dilengkapi kemampuan untuk membaca situasi kritis. Apabila kondisi angin tiba-tiba memburuk, pesawat secara otomatis akan kembali ke landasan. Demikian juga jika baterai pesawat sudah kritis, pesawat tanpa awak diharapkan dapat mencari landasan terdekat untuk mendarat darurat.

Pesawat tanpa awak yang dilengkapi telemetri seharga 17 juta rupiah ini merupakan kreasi tim Universitas Lampung. Menurut dosen Teknik Elektro, Yulianto timnya terus mengembangkan penelitian tentang pesawat tanpa awak ini. Menurutnya, penelitian yang dilakukan terkadang terkendala peralatan yang lumayan mahal seperti telemetri. Padahal, timnya perlu melakukan latihan terbang untuk uji coba pesawat tanpa awak ini. Jika dalam uji coba ini gagal, otomatis telemetri juga akan rusak. Ia berharap ada pihak yang membantu pendanaan penelitian pesawat ini. Selain bermanfaat, menurutnya pesawat tanpa awak ini menjadi cikal bakal pesawat modern. “Unila jadi kiblat perguruan tinggi lain,” ujarnya optimis.