Teknopreneur.com –  Tanaman alga yang banyak tumbuh di perairan seperti sungai dan laut ternyata dapat dimanfaatkan sebagai bahan penyerap limbah. Di Indonesia, tanaman alga sering disebut dengan nama ganggang. Tanaman ini banyak tumbuh di daerah yang lembab. Beberapa alga ada yang berwarna hijau, biru atau merah. Alga belum memiliki daun, batang, dan akar secara jelas. Dalam ilmu taksonomi, tanaman algae masuk ke dalam kelas thalophyta (talus).

Tanaman ini dapat diolah menjadi biomassa yang digunakan untuk menyerap logam berat akibat industri pertambangan. Buhani, dosen Fakultas MIPA Unila sejak tahun 2000 telah melakukan penelitian mengenai alga. Kesimpulannya alga efektif menyerap logam berat di perairan. Dari penelitiannya, ia telah menerbitkan 32 jurnal.

Menurutnya, biomassa alga merupakan salah satu material alam yang memiliki potensi sebagai penyerap logam berat. Alga juga merupakan bio indikator yang baik untuk meneliti tingkat pencemaran air laut. Selain itu, alga merupakan material yang bisa terurai kembali secara alami tanpa menimbulkan suatu dampak yang negatif.

Pemanfaatan alga sebagai bahan penyerap logam berat dilakukan dalam beberapa langkah. Pertama adalah mengumpulkan alga yang yang telah diambil dari dasar laut. Selanjutnya, alga tersebut dinetralkan dengan cara dikeringkan dan diolah menjadi menjadi biomassa. Untuk memaksimalkan cara kerjanya, dilakukan beberapa modifikasi. Setelah melalui semua proses tersebut, hasil modifikasi biomassa ini diletakkan di dalam suatu kolom penyaringan pembuangan limbah industri agar dapat digunakan.