Teknopreneur.com – Pesawat tanpa awak yang dibuat oleh tim dari Universitas Lampung hampir sempurna. Alat ini pertama kali digagas oleh seorang dosen Teknik Elektro Unila, Yulianto pada tahun 2008. Saat itu Yulianto mengajak beberapa mahasiswanya untuk melanjutkan pembuatan pesawat tanpa awak ini selama lima tahun. Perdana Agung N (Teknik Elektro ’08) bersama tiga orang rekannya membantu pesawat. Akhirnya, tahun 2013 lalu, tim ini mendapatkan kesempatan mengikuti kompetisi pesawat tanpa awak dan menjadi satu-satunya tim  yang mampu menerbangkan pesawat ini dengan sempurna.

Menurut Yuli, saat perlombaan itu, ada 19 tim yang ikut bertanding dari seluruh Indonesia. Beberapa diantaranya berasal dari Institut Teknologi Bandung dan ITT Telkom. Namun, dari 19 tim tersebut, hanya Unila yang mampu menyelesaikan tantangan yang diberikan oleh juri.

Pesawat tanpa awak yang dilombakan diharuskan melewati rute sekitar 800 meter. Tak hanya itu, pesawat juga ditantang untuk menjatuhkan benda dititik-titik yang telah disediakan. Tak kurang dari lima titik yang menjadi sasaran tempat menjatuhkan benda tersebut. Pesawat harus menjatuhkan benda sesuai sasaran.

Unila yang saat itu mengirimkan dua tim dalam perlombaan menempuh rute 800 meter selama 41 detik. Dengan demikian, Unila sekaligus menjadi juara sebagai pesawat tercepat. Dari perlombaan ini, tim Unila membawa pulang enam piala dan sekaligus menjadi juara umum.

Selain itu, pesawat tanpa awak tim Unila juga mampu kembali ke lokasi perlombaan dengan selamat. Sementara pesawat dari tim lain tak mampu kembali. Sebagian ada yang diketahui jatuh saat diperjalanan atau kehilangan arah akibat tak mampu membaca lokasi melalui GPS dalam pesawat.

Berkat prestasi ini, pesawat tanpa awak dari tim Unila diharapkan menjadi  cikal bakal pesawat militer mendatang. Yuli mengaku akan terus mengembangkan pembuatan pesawat tanpa awak ini. Selain mampu membantu pertahanan Indonesia, menurutnya jika dikembangkan serius pesawat ini dapat membantu terjadi bencana alam. “Bisa bantu masyarakat menyalurkan bantuan saat tanah longsor,” ujarnya.