Teknopreneur.com – “Orang pintar itu banyak tapi orang yang pintar dan bermanfaat bagi orang banyak itu sedikit sekali,”ujar Bambang Harimurti,salah satu juri Ganesha Innovation Championship Awards (GICA) 2014. GICA merupakan penghargaan yang diselenggarakan Ikatan Alumni Institut Teknologi Bandung, untuk alumni ITB yang berhasil melakukan pengembangan masyarakat (sosial, ekonomi, budaya) dengan inovasi yang dimilikinya dan berpotensi dikembangkan lebih lanjut. GICA berbeda dengan penghargaan lainnya, ia direkomendasikan bukan merekomendasikan.

Dari 52 kandidat yang direkomendasikan didapatkan 15 kandidat yang kemudian diseleksi kembali oleh dewan juri yang terdiri dari Marzan Aziz Iskandar (Kepala BPPT), Rozik B. Soejipto (Freeport Indonesia), Jusman Syafei Djamal (Komisaris Telkom), Bambang Harimoerti (CEO Tempo), dan Prof. Dr. Wawan Gunawan (Wakil Rektor ITB) menjadi menjadi 5 kandidat (27/2).

Setelah diseleksi selama 40 menit oleh dewan juri, Onno W Purbo alumni ITB jurusanTeknik Elektro 1981 yang mendapatkan penghargaan emas, sedangkan pasangan Eko Priyo Pratomo dan Dian Wahdhini Syarief, dan Hokky Situngkir mendapat penghargaan perak. Untuk Sementara Andi Taufan Garuda Putra (SBM 2004) dan Tedy Tritjahyono (Mesin 1991) mendapat penghargaan perunggu.

Jusman saat memberikan penghargaan GICA, berharap para pemenang GICA bisa menginspirasi alumni-alumni ITB lainnya untuk mendedikasikan dirinya ke masyarakat. ”Alumni ITB itu ada puluh ribuan, masa yang berdedikasi di masyarakat cuma puluhan,” katanya.