Teknopreneur.com – Sudah menjadi rahasia umum bahwa di Indonesia beras merupakan komoditi pangan yang tidak tergantikan. Namun sangat disayangkan Negara lumbung padi ini masih saja menghadapi persoalan pangan.  Padi sudah di ketahui banyak orang tidak melulu di tanam hanya di sawah, di pot, polibag bahkan di atap rumah.

Meskipun pengetahuan ini sudah lama diketahui, terobosan besar yang berpengaruh ke berbagai negara adalah yang dilakukan di Madagaskar yang dikenal dengan teknologi System of Rice Intensification (SRI) yang dikenal di Indonesia sebagai padi SRI. Prinsip SRI intinya yaitu penanaman bibit muda dan tunggal, jarak tanam lebar, tidak digenangi dan menggunakan pupuk organik.

Revolusi SRI itu  akhirnya memunculkan gagasan, jika prinsip-prinsip SRI di atas itu telah meningkatkan produksi padi secara signifikan, mengapa tidak menanam padi di pekarangan rumah bahkan mengapa tidak juga di atap rumah. Maksudnya menanam padi sekarang tidak melulu harus di sawah. Seperti yang dilakukan Peng Quigen.

Petani asal cina itu berhasil menanam padi di atas atap rumahnya, di  Shaoxing, provinsi Zhejiang. Ide kreatif itu muncul di tengah–tengah himpitan gedung–gedung tinggi yang telah melahap ladang–ladang di daerahnya. Sudah empat tahun pria itu mengandalkan hidupnya dari bercocok tanam di atap rumahnya, dan tidak hanya padi yang ia tanam, sayur dan buah pun pernah di tanam di atas atap rumahnya.