Teknopreneur.com –  Smartphone saat ini merupakan salah satu kebutuhan pokok untuk beberapa kalangan, tentunya perangkat ini pun sangat berisiko terhadap serangan malware. Para peneliti dari North Carolina State University telah menemukan cara untuk memantau malware Android dengan overhead yang sangat rendah.

Mereka teah mengembangkan suatu aplikasi  yang disebut Prec (Praktis root exploit control), Prec menggunakan teknik terkenal untuk mengidentifikasi kode berbahaya  yang disebut deteksi anomali. Deteksi anomali membandingkan perilaku yang diharapkan dari sebuah aplikasi dengan bagaimana sebenarnya berperilaku ketika berjalan pada perangkat.

Prec  di nilai  unik karena dapat mengidentifikasi panggilan yang dibuat ke kode C asli dari program Java, dan memeriksa untuk melihat apakah tindakan tersebut sesuai dengan profil aplikasi untuk penggunaan khas.  Dengan pendekatan ini  Prec telah mampu mengurangi jumlah identifikasi palsu oleh urutan besarnya, dibandingkan dengan detektor anomali lainnya. Berfokus pada kode C asli memberikan prec model yang lebih akurat tentang bagaimana serangan akan berbeda dari operasi standar.

Kedua Detektor membutuhkan tenaga pemrosesan yang lebih pada perangkat portabel, dibandingkan dengan prec, menurut para peneliti NCSU. Menjalankan prec biasanya menimbulkan sekitar 3 persen biaya overhead pada sistem, dibandingkan dengan overhead 15 sampai 30 persen yang dikeluarkan oleh Crowdroid dan Android.