Teknopreneur.com – Sebagai negara yang berada di wilayah cincin api, Indonesia menyimpan potensi terbesar panas bumi dunia. Selain untuk turbin, panas yang terkandung dalam panas bumi dapat dimanfaatkan secara langsung untuk pengeringan hasil pertanian dan produk olahannya.

Berkah Geothermal di Indonesia

Jika dilihat dari jenisnya, panas bumi (Geothermal) di Indonesia rata-rata masuk kedalam tipe high entalphi dengan temperatur yang tinggi. Secara umum biasanya sumber panas bumi diklasifikasikasikan dalam tiga jenis. High Entalphi untuk temperatur tinggi, Medium Entalphi untuk temperatur menengah dan Low Entalphi yang bertemperatur rendah.

Sumber panas bumi di Indonesia kebanyakan berjenis high entalphi sebagai efek dari cincin api. Biasanya, pembangkit listrik tenaga geothermal menggunakan sumur dengan kedalaman sampai 1,5 km atau lebih untuk mencapai cadangan panas bumi yang sangat panas.

Geothermal Untuk Pengering Produk Pertanian

Beberapa pembangkit listrik ini menggunakan panas dari cadangan untuk secara langsung menggerakan turbin. Yang lainnya memompa air panas bertekanan tinggi ke dalam tangki bertekanan rendah. Nah, uap dari air panas yang dialirkan dan memanaskan pipa (tube) secara konveksi dan dipindahkan ke sirip (fin) secara konduksi ini, ternyata bisa langsung dimanfaatkan untuk membantu proses pengeringan berbagai produk pertanian.

Seperti alat yang dimodifikasi oleh tim yang terdiri dari Ir. Didi Sukaryadi, Dipl. Gthm; Ir. Benny F. Dictus, Dipl. Gthm; Ir. Edi Moh. Suhariadi, Dipl. Gthm; Drs. Rochman Isdiyanto ini, dapat diaplikasikan di daerah yang memiliki sumber air panas bumi untuk pengeringan beraneka ragam hasil pertanian seperti kopra, cengkeh, padi, kopi, coklat, dan lain-lain, juga produk olahan turunannya seperti emping, rengginang, ikan, dan sebagainya. Terlebih, alat ini, diklaim bisa digunakan di segala musim, termasuk musim hujan.

Seperti apa alat inovasi buatan anak negeri memanfaatkan Geothermal?

Ulasannya bisa anda lihat DISINI