Teknopreneur.com – Permainan mirip monopoli ini bisa jadi pilihan permainan mendidik untuk anak. Selain mengasyikkan, permainan ini sengaja dirancang untuk merangsang jiwa peduli anak-anak kepada sesama. Tak seperti monopili, permainan ini mengajari anak untuk menang dengan rela berbagi dengan lawan mainnya. Permainan unik ini digagas dan dirancang oleh Ageng Sadnowo, dosen Teknik Elektro Unila. Ia mengatakan games ini memang bertujuan agar anak belajar berbagi. Dengan begitu, anak akan memiliki jiwa empati dengan lingkungan sekitarnya.

Seperti permainan monopoli, permainan ini juga menggunakan kertas bergambar. Kertas tersebut juga terdiri dari kotak-kotak bergambar. Gambar yang ditawarkan pada masing-masing kotak berbeda-beda, misalnya pasar atau perusahaan. Jika pemain berhenti di kotak bergambar pasar, mereka boleh membeli barang, namun tetap diajarkan untuk berhemat.

Kesempatan menang bisa diperoleh jika pemain berhenti di kotak bergambar sedekah. Dengan memberikan sebagian uang mainan miliknya, mereka akan memperoleh skor yang besar. Namun, pemain tak dapat memberikan seluruh uangnya karena masih dibutuhkan untuk melanjutkan permainan. Jika salah seorang pemain kehabisan uang salah satu pemain belum sampai pada kotak paling akhir, lawan boleh memberikan modal. Modal itu juga dihitung sebagai sedekah dan skor pemberi modal otomatis juga meningkat.  

Permainan ini merancang pemenang yang muncul adalah pemain yang mampu mengumpulkan skor paling besar. Permainan berakhir saat salah satu pemain mampu melewati semua kotak.  Skor total diperoleh dengan perhitungan matematika sederhana, yaitu jumlah sisa uang diakhir permainan ditambahkan dua kali jumlah sedekah. Dengan demikian, pemenang adalah orang yang mampu bersedekah banyak, namun juga mampu menyisakan uang diakhir permainan.

Games yang sudah diluncurkan sejak 2008 ini merupakan salah satu permainan edukatif. Dengan bermain gems zakati, anak-naka dapat belajar banyak hal. Mereka belajar untuk berbagi, berhemat serta merancang strategi.