Teknopreneur.com – Selain kayu tempurung kelapa juga bisa dimanfaatkan dalam proses pembuatan arang. Bahan bakunya cukup melimpah. Industri pembuatan arang biasanya terdapat di wilayah dekat pantai karena tempurung kelapa banyak terdapat di wilayah tersebut.

Proses pembakaran tempurung kelapa banyak menimbulkan asap mengandung karbon diokasida yang tidak baik  bagi manusia.  Selain mengganggu kesehatan asap yang ditimbulkan menyebabkan pemanasan global yang sudah menjadi isu internasional saat ini. Inovasi teknologi pemanfaatan asap tempurung mutlak dilakukan untuk mengurangi resiko akibat asap yang ditimbulkan.

Simon sembiring dosen FMIPA Universitas Lampung bersama beberapa dosen lainnya berhasil mengembangkan suatu teknologi untuk memanfaatkan asap yang dihasilkan pembakaran tempurung kelapa. Teknik ini dinamakan Pirolisis yaitu proses pembakaran tanpa oksigen. Teknik ini mengkonversi suatu materiil dengan pengaturan panas dan suhu.

Simon membuat suatu Reaktor pembakaran tempurung kelapa. Alat ini berbentuk seperti drum yang diatasnya dibentuk seperti cerobong yang diujungnya diberi pipa untuk mengaliri asap yang keluar.

Asap yang dihasilkan akan dialiri ke suatu wadah yang telah diisi dengan larutan NaOH. Percampuran yang dilakukan antara karbon dioksida yang dihasilkan dari asap dengan larutan NaOH menghasilkan senyawa yang disebut Natrium Karbonat (Na2CO3). Penelitian ini dilakukan selama 3 tahun. Tahun ini merupakan tahun pertama yang fokus pada merancang perangkat pengolahan gas CO2 menjadi Na2CO3.