Teknopreneur.com – Presentase daerah yang teraliri listrik di Indonesia sudah mencapai 80,4% sedangkan sisanya belum teraliri listrik. Menurut Direktur Utama PT PLN, Nurpamudji banyak faktor yang membuat daerah di Indonesia sulit mendapatkan aliran listrik. Misalnya saja di Daerah Pacitan 68% baru teraliri listrik.

Saat dirinya berkunjung kesana ternyata yang menyebabkan daerah tersebut belum teraliri listrik karena jarak antara rumah satu dengan rumah lainnya amat jauh. Untuk mengaliri listrik itu membutuhkan energi yang besar jika rumahnya jaraknya amat jarang maka butuh energi berapa banyak. Maka saya sarankan kepada kepala desanya untuk mengkordinasikan warganya agar tempat tinggalnya tidak berjauhan.

Pernah juga Nurpamudji berkunjung ke daerah Sumba Bali, disana bukannya tak dialiri listrik, sudah dialiri namun penduduknya justru tinggal di daerah perbukitan yang tak ada listrik. Sehingga daerah yang dialiri listrik justru tak dihuni. Itu kan amat disayangkan. Saya bertanya kepada bupatinya kenapa ini terjadi, jawabannya. Karena ada konflik antara dua kampung sehingga harus mengungsi dibalik bukit untuk melindungi diri.

Ada juga daerah yang sulit sekali mendapat perizinan agar listrik masuk ke daerahnya. “Yang saya herankan sebenarnya apa yang dipersulit, mengapa izin untuk mengaliri listrik untuk rumah yang berada di dalam hutan seperti ingin melakukan tambang. Dipersulit sekali, sebenarnya saya kasihan dengan daerah yang belum teraliri listrik mereka jadi terhambat, perekonomiannya hingga pendidikannya. Bagaimana mereka bisa maju jika internet saja belum masuk desanya. Bagaimana internet bisa masuk desa jika ternyata listrik saja belum ada. Jadi wajar saja jika pendidikan di Indonesia belum juga merata,”katanya.

Ada juga daerah yang memang PLN kesulitan untuk mengaliri listrik disana, jika ia daerahnya yang terjal. Harus melewati gunung atau bukit bahkan jurang. Sulit listrik masuk sana, bukan apa-apa butuh dana yang besar untuk mengaliri listrik disana. Karena jaraknya yang jauh dari tempat pembangkit listrik. Memang butuh pembangkit listrik lainnya yang bukan berasal dari PLN.

Namun bukan berarti daerah yang belum teraliri listrik tak diusahakan oleh PLN, kami terus mengupayakan. Masing-masing PLN di provinsi pun sudah punya rencana pembangunan transmisi PLN. Jadi bagi daerah yang belum teraliri listrik Nurpamudji mengharapkan agar bersabar. Karena prosesnya bertahap, dari daerah yang terdekat dengan sumber listrik dahulu baru ke daerah yang jauh dari sumber listrik.

Rasio Elektrifikasi 2013

Nanggoroe Aceh Darussalam 89,3%,

Sumatera Utara 89,6%,

Sumatera Barat 80,2%,

Riau 78,9%,

Kepulauan Riau 69,7%,

Jambi 75,1%

Bengkulu 78,5%

Lampung 77,5%,

Banten 85,8%,

Jawa Barat 80%,

Jateng 86,2%,

DIY 80,6%,

Jakarta 100%,

Jatim 79,6%,

Bali 78,1%,

NTB 63,4%,

NTT 54,8%,

Babel 96,8%,

Kalimantan Barat 77,4%

Kalimantan Timur80,5%

Kalimantan Selatan 81,6%

Kalimantan Tengah 66,2%

Sulawesi Barat 67,2%

Sulawesi Tengah 71%

Sulawesi Utara 81,8%

Sulawesi Selatan 81,1%

Gorontalo 67,8%

Maluku Utara 87,5%

Maluku 78,4%

Papua 36,4%

Papua Barat 75,5%