Teknopreneur.com – Kemajuan teknologi yang terus berkembang mampu membuat kreatifitas masyarakat semakin pesat. Sudah banyak inovasi yang menggunakan penerapan teknologi didalamnya bermunculan. Tujuannya sudah pasti untuk memudahkan pekerjaan manusia.

Salah satunya adalah penggunaan Augmental Reality (AR). Teknologi ini mungkin terdengar asing bagi sebagian orang. Kemunculannya di Indonesia juga dapat dikatakan baru. AR baru di kenal di Indonesia pada tahun 2007. Namun, kemunculannya di Jepang sudah sejak tahun 1992. Universitas Institut Teknologi Bandung (ITB) tercatat sebagai kampus yang pertama kali menerapkan teknologi ini.

Teknologi AR memungkinkan seseorang untuk menggabungkan dunia maya dengan dunia nyata dalam waktu yang nyata. Maksudnya, teknologi ini mampu memungkinkan objek tak tampak menjadi nyata melalui kajian gambar tiga dimensi. Misalnya saja aliran darah, proses kerja komputer, proses terjadinya ikatan kimia antar atom, serta peristiwa mikroskopis lainnya. Jelas dosen mata kuliah Kapita Selekta, Jurusan Ilmu KOmputer FMIPA Universitas Lampung itu. 

Tak hanya itu, teknologi ini juga mampu mengambalikan memori kejadian masa lalu yang mengkonversi serpihan objek menjadi objek tiga dimensi. Penerapan teknologi AR tak hanya bermanfaat dibidang sains, namun juga dapat membantu artitek dalam membuat arsitektur atau maket tiga dimensi melalui komputer.

Apabila dikembangkan secara serius, teknologi ini tentu sangat memudahkan arsitek mendesain berbagai bagunan.