Teknopreneur.com – Di tengah meningkatnya harga bahan bakar minyak yang semakin mahal dan diperlukan sebuah terobosan untuk segera melakukan pemberdayaan sumber energi alternatif yang terbarukan. Ternyata hal tersebut memotivasi sekelompok siswa SMAN 5 Denpasar untuk memanfaatkan buah maja menjadi bahan bakar nabati.

Penemuan tersebut digagas oleh Made Ayu dan kawan-kawannya untuk dipamerkan dalam lokakarya energi alternatif yang digelar Pertamina Foundation pada Kamis 27 Februari 2014 di Bali. “Dari buah-buahan itu kita bisa mendapat glukosa yang diolah menjadi bioetanol,” ujar Made Ayu Somantari salah satu anggotanya.

Mereka mencoba buah maja yang tumbuh di sekitar halaman sekolah untuk dijadikan sebagai bahan utama dalam membuat bahan bakar nabati yang berasal dari buah-buahan. Dari hasil uji laboratorium, diketahui ternyata daging buah yang punya nama ilmiah Aegle marmelos ini mengandung kadar glukosa yang cukup tinggi. Untuk mendapatkan bahan bakar nabati, daging buah maja terlebih dahulu difermentasi selama 4-7 hari menggunakan khamir Saccharomyces yang dapat diambil dari rage kue.

Setelah itu, dilanjut dengan destilasi atau pemisahan campuran sesuai dengan titik didihnya. Sehingga bisa dihasilkan bioetanol yang siap digunakan sebagai bahan bakar. Untuk menghasilkan 1 liter bioetanol, dibutuhkan sedikitnya 25 buah maja. Dalam uji coba mereka, untuk menghasilkan bahan bakar nabati diperlukan waktu 4 menit dan 7 menit untuk minyak tanah dalam takaran titik didihnya.

Kelebihan dari penggunaan bahan bakar buah maja ini ternyata dapat mempercepat proses pemanasan yang lebih sempurna daripada menggunakan bahan bakar minyak fosil.