Teknopreneur.com – Sebagai Negara Dunia ke Tiga tentunya kita terlalu mudah terhegemoni oleh konspirasi yang menyesatkan demi keuntungan  golongan/kelompok tertentu. Dalam kasus pohon ganja negara kita  terlanjur  memandang nya sebagai pohon ilegal, dikarnakan senyawa yang terkandung didalamnya termasuk kategorikan Narkotika. Padahal sudah terbukti bahwa senyawa yang ada di dalam pohon ganja bisa digunakan untuk keperluan medis, seperti pengobatan Glukosa, Kanker dan HIV AIDS.

Senyawa-senyawa berkhasiat medis tersebut diantaranya seperti cannabidiol (CBD), cannabinol (CBN), cannabichromene (CBC), cannabigerol (CBG) dan tetrahydrocannabivarin (THCV). Tidak seperti delta-9-tetrahydrocannabinol (THC), kandungan psikoaktif ganja, mengonsumsi senyawa-senyawa tersebut tidak dapat membuat Anda gitting. Penelitian ilmiah mengindikasikan bahwa zat ini mempunyai nilai potensi terapi untuk menghilangkan rasa sakit, kontrol mual dan muntah-muntah, serta stimulasi nafsu makan.

Indonesia mempunya ladang ganja terbesar di Asia Tenggara, sangat berpotensi untuk memanfaatkan nya sebagai kebutuhan medis dalam negri. Sayangnya di Indonesia, UU Narkotika No. 35 Tahun 2009 memasukan senyawa-senyawa tersebut sebagai Narkotika Golongan 1. Berbeda dengan pandangan para peneliti medis di dunia, senyawa-senyawa cannabinoids tersebut justru mampu menjadi obat yang aman dan efektif dalam melawan penyakit-penyakit kronis.

 Seperti dilansir The Times, Mr Cuomo, yang telah lama menolak legalisasi ganja medis, berencana untuk mengumumkan kebijakan pada hari Rabu yang akan memungkinkan ganja digunakan untuk mengobati penyakit parah, seperti kanker, glaukoma dan penyakit serius lainnya yang telah diidentifikasi oleh Departemen Kesehatan Negara (Amerika). Pasien yang terdaftar dan memiliki kartu tanda pasien ganja medis (Medical Marijuana Card) yang diterbitkan oleh Departemen Kesehatan akan diizinkan untuk membeli dan membawa ganja untuk keperluan medis.

Tidak hanya Amerika, Colorado adalah salah satu dari beberapa negara dengan undang-undang yang memungkinkan konsumsi ganja untuk keperluan medis. Marijuana tetap ilegal di tingkat federal , tetapi keputusan resmi oleh pejabat kesehatan Colorado pada tahun 2009 muncul untuk melonggarkan memerintah pada bisnis memasok ganja medis yang dihasilkan dalam sebuah ledakan apotik baru di seluruh negara bagian.