Teknopreneur.com – Susu merupakan minuman yang sudah sangat dikenal oleh masyarakat. Banyak manfaat kesehatan yang terkandung dalam susu segar. Susu segar mengandung karbohidrat, protein, dan lemak. Proses pembuatan susu segar sangat menentukan kualitas susu segar. Sapi dan kambing merupakan hewan yang sudah terkenal dalam menghasilkan susu segar. Proses pengolahan susu segar oleh peternak sapi perah kebanyakan masih menggunakan cara tradisional. Setelah diperah, susu dipanaskan untuk mematikan bakteri di dalamnya.

Proses pembakaran biasanya menggunakan kompor minyak. Pembakaran bertujuan untuk mematikan bakteri patogen. Patogen adalah bakteri yang menyebabkan penyakit pada manusia.Pembakaran menggunakan kompor minyak sebenarnya dapat merusak kualitas susu segar itu sendiri. Karena susu segar rentan kerusakan akibat proses pembakaran yang tidak sempurna.

Susilowati dosen Teknologi Hasil Pertanian Universitas Lampung berhasil mengembangkan proses pembakaran susu segar dengan metode yang lebih sehat. Proses ini dinamakan pasteurisasi. Pasteurisasi menggunakan alat bernama pasteurizer. Susilowati membuat pasteurizer modifikasi. Pasteurizer hasil modifikasinya berbahan dari stainless dan berbentuk sepert tabung yang tidak mempunyai tutup. Pembakaran dilakukan dengan menggunkan kompor listrik. Kompor listrik dapat diatur suhu dan lama pembakaran. Sehingga susu yang dipanaskan tidak akan rusak karena sudah diatur sesuai keinginan. Pembakaran susu segar dengan metode pasteurizer menggunakan beberapa alat yaitu kompor listrik, pasteurizer modifikasi, dan panci.

Pertama kompor diatur dengan suhu 62°c dan waktu 10 menit. diatas kompor ditaruh panci yang sudah diisi air, lalu diatasnya lagi pasteurizer modifikasi. Dengan metode ini susu segar akan lebih baik kualitasnya.