Indigo Incubator Membentuk Talenta ‘Outside of The Box’

56
Ilustrasi Digital

Teknopreneur.com – Pernah melihat konser yang dulu mungkin dianggap tak masuk akal? Coba saja lihat Hatsune Miku, idola baru di Jepang. Wajahnya cantik, bisa menari, apalagi suaranya yang enak di dengar. Lalu apa yang salah? Dia bukan manusia. Hatsune Miku adalah penyanyi virtual yang dibuat dengan teknik hologram.

Bagaimana dengan  kisah Mark Zuckerberg, penemu Facebook. Pernah mendengar? Mark Zuckerberg mulai memperkenalkan Facebook melalui Harvard Unversity. Ia membaca kebutuhan mahasiswa  Harvard, bahwa mereka ingin mencari pasangan. Awalnya menampilkan profil-profil mahasiswa Harvard.  Sukses di Harvard, ia mengembangkan ke kampus-kampus lain selevel Harvard di Amerika. Setelah meraih sukses di Amerika, barulah ia memperkenalkan ke masyarakat luar.

Joddy Hernady, Senior GM Innovation & Design Center Telkom mengatakan dengan begitu banyaknya informasi yang bisa di akses, terkadang hal-hal baru datang tanpa diduga. Kini orang-orang sudah berfikir outside of the box.

Itulah yang harus dilakukan di dunia digitalpreneur. Joddy menjelaskan untuk menjadi digitalpreneur yang kuat salah satu caranya yaitu melalui Indigo Incubator. Indigo Incubator adalah program inkubasi dan akselerasi yang diselenggarakan oleh Telkom group untuk membentuk calon-calon entrepreneur di bidang digital.

“Kita ingin menjadikan di Indonesia strong digitalpreneur,” tambahnya.

Ia menyadari bahwa ada banyak sekali talenta-talenta yang dimiliki Indonesia, namun entrepreneur sangat sedikit. Sejak tahun 2009, Telkom group berusaha menumbuhkan kembangkan bisnis di dunia digital. Awalnya hanya kompetisi yang diberi hadiah, kini berlanjut ke pendampingan melalui mentor-mentor.

Menurut M Andy Zaky, Founder & CEO Teknopreneur, dan Sekertaris I Detiknas yang perlu di dorong di Indonesia adalah bagaimana menumbuhkan industri bukan sekedar pengrajin. Yaitu dengan membuat suatu nilai tambah komersial secara kontinu.

Zaky berpesan jika ingin memulai bisnis, maka bangunlah produk. Karena perusahaan besar oleh produknya. Lima hal lain yang tak kalah penting dalam digital preneur yang pertama adalah membuat produk dengan inovasi di dalamnya, kedua ciptakan pasar,ketiga  mencari patner yang berbeda, keempat membangun kompetensi dan yang terakhir adalah membangun networking.