Teknopreneur.com – Logam berat yang dihasilkan sebagai limbah indutri perusahaan yang bergerak dipertambangan sangat berbahaya bagi tubuh. Logam berat ini dapat masuk ke dalam tubuh manusia melalui pernafasan, makanan, dan minuman. Sebagai contoh, logam timbal (Pb (II)) tidak dibutuhkan oleh tubuh manusia sehingga bila mengkonsumsi makanan dan minuman yang tercemar logam tersebut dapat mengganggu kesehatan.

Tubuh manusia akan mengeluarkan zat yang tidak dibutuhkan. Namun, sisanya akan mengendap pada bagian tubuh tertentu seperti ginjal, hati, kuku, jaringan lemak, dan rambut. Adanya logam Pb pada pereedaran darah dan otak juga dapat menyebabkan gangguan sintesis hemoglobin dalam darah, gangguan saraf, ginjal, dan organ tubuh lainnya.

Logam-logam berat lainnya juga mempunyai potensi yang membahayakan bagi tubuh manusia. Logam Cu dalam jumlah yang besar dapat menimbulkan penyakit secra tiba-tiba dan parah. Sementara itu, logam kadmium dapat menghambat kerja paru-paru jika terakumulasi dalam jangka panjang dalam tubuh.

Hasil peneltian Prof. Suharso yang menunjukkan bahwa kulit singkong dapat mengurangi kadar logam berat berbahaya tersebut tentu sangat bermanfaat. Cara pemanfaatan limbah singkong diawali dengan membersihkan bagian kulit singkong yang berwarna putih untuk dihaluskan hingga menyerupai serbuk. Selanjutnya, bahan utama tersebut direaksikan dengan asam nitrat (HNO3) dengan konsentrasi 0,3 molar dengan cara merendamnya selama 24 jam. Hal ini dilakukan untuk menghilangkan bio molekul terlarut yang mungkin berinteraksi dengan ion logam.

Selanjutnya, dicuci dengan air bebas ion sampai diperoleh derajat keasaman (pH) 7,1 dan dikeringkan di udara. Setelah itu, direaksikan kembali dengan asam merkaptoasetat (MAA) 0,5 molar atau 1 molar. Terakhir, diaduk selama 24 jam pada suhu 30O C.

Setelah melalui serangkaian proses tersebut, kulit singkong akan mengalami modifikasi gugus menghasilkan gugus hidroksil dan sulfohidril. Kedua gugus inilah yang nantinya kan mampu mengikat logam berat sehingga kadar logam berat akan berkurang.

Agar mudah dimanfaatkan, kulit singkong yang sudah dimodifikai maih perlu dipadatkan dalam sebuah wadah. Selanjutnya, padatan tersebut dapat diletakkan di pipi-pipa pembuangan limbah industri dan dilengkapi oleh penyaring. Penyaring ini berfungi agar kulit singkong tak ikut terbuang saat dialiri oleh limbah industri cair yang mengandung logam berat berbahaya. Hasilnya, limbah industri yang mengalir keluar mengandung kadar logam berat yang jauh lebih sedikit dan aman bagi kesehatan tubuh manusia.