Teknopreneur.com – Botol-botol plastik bergantungan ramai di ranting pohon. Pohon ini adalah pohon cita-cita milik anak-anak Madrasah Ibtidiyah TechnoNatura. Pertama kali berkunjung ke sekolah ini tak terlintas bahwa gazebo-gazebo yang berdiri adalah sebuah kelas tempat belajar.  12 anak duduk melingkar di dalamnya, tanpa mengenakan seragam. Tak seperti kebanyakan sekolah pada umumnya yang belajar di sebuah ruangan, anak-anak belajar di alam terbuka.

Sekolah ini bernama Madrasah TechnoNatura, berdiri di bawah yayasan Centre for Research on Education, Arts, Technology and Entrepreneurship, CREATE Foundation dan berbadan hukum resmi dengan Akte Notaris Publik Ruli Iskandar SH no 10 tanggal 22 Juli 2004, bergerak di bidang pendidikan dan kesejahteraan masyarakat.

Pendiri yayasan ini memiliki background di bidang sains dan teknologi yang menyadari betapa pentingnya pendidikan yang progresif bagi anak bangsa untuk kemajuan bangsa di masa depan. Pendiri yayasan ini adalah DR-Ing Ilham Habibie, Ir. Veni Zano, DR. A.Riza Wahono, DR. Ir. Adhi Sudadi Sumbaghiyo, DR. Ir. Ismail Syarif, DR. Fetri Miftach, DR. Ir. Agus Hasan Reksoprodjo.

Tujuan didirikannya sekolah ini adalah untuk mengenalkan teknologi kepada anak-anak dan mengasah skillmereka. Ahmad Riza Wahono, Executive Director mengungkapkan bahwa sekolah ini memang berbeda dengan sekolah lainnya. “Kalau ingin mencari nilai jangan bersekolah di sini,” terangnya.

Biaya pendidikan di sekolah ini tergolong murah. Orang tua siswa hanya dikenakan biaya 5% dari gajinya. “Jadi orangtua tidak banyak menghabiskan uang untuk biaya masuk ke sekolah ini, mereka masih bisa membelikan fasilitas seperti tab dan laptop untuk kemudahan proses pembelajaran,” terang Ahmad.

Bukan hal yang mudah untuk masuk menjadi siswa di Madrasah TechnoNatura, karena bukan hanya pihak sekolah yang akan melakukan seleksi kepada calon-calon siswanya. Namun juga calon siswa-siswa tersebut memberikan rekomendasi siapa yang layak menjadi teman sekelas mereka. Sehingga di dapatkan 12 anak pilihan.  “Siswa tersebut berasal dari kuadran kreatif, analis, pelaksana, dan sosial,” tambah Ahmad.