Teknopreneur.com – Olahan makanan berbahan dasar ikan sudah banyak dikenal masyarakat. Indonesia sebagai negara yang luas perairannya lebih luas tentu banyak jumlah dan jenis ikan yang dapat diperoleh. Salah satu olahan ikan yang terkenal adalah ikan asap. Ikan asap merupakan cara pengawetan ikan dengan menggunakan asap yang berasal dari kayu atau bahan organik lainnya, pengasapan dilakukan dengan tujuan untuk mengawetkan ikan dan untuk memberi rasa dan aroma.

Kualitas alat pengasap ikan sangat menentukan kualitas ikan asap. Sebagian besar produsen tradisional ikan asap banyak menggunakan alat pengasap ikan yang kurang higienis dan kurang efektif dalam proses pengasapan. Alat pengasap tradisional yang sudah lama dipakai terdapat banyak jelaga. Jelaga adalah butiran arang yang halus dan lunak berwarna hitam yang terjadi dari asap. Apabila jelaga ini dikonsumsi oleh manusia bisa memicu tumbuhnya penyakit kanker.

Sri Waluyo dosen Teknik Pertanian Universitas Lampung berinisiatif membuat alat pengasap ikan yang lebih higienis dan efektif dalam proses pengasapan. Alat pengasap buatannya  di tiap sisi terdapat tiga lapisan berbahan alumunium dan triplex. Lapisan pertama berada di dalam berbahan alumunium, lapisan kedua dilapisi oleh triplex sedangkan lapisan terluar dilapisi alumunium. Dengan tiga lapisan ini ikan asap akan lebih cepat masak. Jika alat pengasap membutuhkan 4 jam, alat pengasap buatan Sri Waluyo ini bisa menghematwaktu hingga 1 jam. Tidak hanya dari segi waktu, dari segi kayu sebagai bahan bakar juga lebih sedikit dibutuhkan.