Teknopreneur.com – Kebijakan pemerintah Indonesia mengalihkan subsidi bahan bakar minyak ke gas tak lantas membuat semua warga Indonesia mau menggunakan gas. Ada warga yang justru menggunakan kayu saat minyak tanah mulai langka di pasaran. Alasan yang dikemukakan biayanya karena warga takut jika suatu saat tabung gas bias saja meledak.

Dosen fakultas pertanian Unila, Agus hadir untuk memberikan solusi warga yang setia menggunakan kayu bakar. Ia mendesain sebuah kompor kayu yang hemat bahan bakar. Sekilas tak ada yang special dari kompor buatannya. Namun, kompor buatan Agus terbukti dua kali lipat hemat bahan bakar. Lulusan Teknik Pertanian Universitas Gajah Mada ini juga berhasil mendesain kompor yang minim jelaga.

Menurutnya, ibu rumah tangga yang memasak menggunakan kayu cenderung menggunakan tungku. Tungku tersebut biasanya banyak mengeluarkan asap hitam atau jelaga. Jelaga ini dapat membuat mata kita pedih. Selain itu, kandungan CO akibat pembakaran tidak sempurna juga dapat mengganggu sistem pernapasan.

Oleh karena itu, Agus merancang kompor yang terbuat dari alumunium. Kompor ini terbukti lebih efisien dari tungku yang biasa digunakan. Dari hasil uji coba, kompor membutuhkan kayu bakar seberat 690 gram untuk memasak sekitar 30 menit. Padahal, tungku kayu biasanya membutuhkan bahan bakar sebanyak 856 gram kayu bakar.

Menurut Agus, prinsip kerja kompor ini mirip dengan kompor minyak. Namun, ia memanfaatkan proses gasifikasi dalam pembakaran. Gasifikasi adalah proses pengubahan bahan bakar kayu menjadi gas yang kemudian dibakar lagi dengan oksigen. Bedanya lagi, sumbu yang ada pada kompor berupa lubang-lubang kecil yang berfungsi sebagai tempat masuknya oksigen.

Saat ini Agus sedang menyempurnakan bentuk kompornya agar lebih menarik. Ia sedang merancang tempat untuk menambahkan kayu bakar. Agus berharap, kompor buatannya ini dapat membantu kalangan menengah ke bawah. Selain itu, kompor ini juga dapat digunakan oleh pengusaha makanan yang masih setia menggunakan kayu bakar demi mempertahankan cita rasa. Dengan demikian, mereka dapat menghemat pembelian kayu bakar.