Teknopreneur.com – 2,5 miliar orang tidak memiliki akses terhadap sanitasi yang aman dan terjangkau . Menurut Inhabitat, saat ini sebanyak 40 persen dari penduduk dunia masih hidup tanpa sanitasi yang memadai. Akibatnya  air tercemar dan 7.500 orang tewas setiap hari karena kurangnya sanitasi. Dan 5.000 jiwa di antara korban adalah anak-anak di bawah lima tahun. Untuk itu perlu upaya untuk mengatasinya. Hal ini yang mendorong Loughborough University Untuk menciptakan toilet ramah lingkungan.

Toilet ini dirancang untuk mengubah kotoran manusia menjadi material yang dikarbonasi sebagai sumber panas dan mineral sebagai pupuk. Kegunaan lainnya, dapat menyaring air untuk siraman dan mencuci tangan. Loughborough menggunakan proses yang disebut dengan hidrokarbonisasi termal berkelanjutan. Proses ini membunuh semua patogen untuk menciptakan produk yang aman bagi penggunanya..

Tim dari Universitas Loughborough  menampilkan prototipe tersebut pada acara  Toilet Fair dengan tema Sanitasi dan Hygiene Program di kantor pusat Yayasan Co -chair Bill Gates, di Seattle, Amerika. Acara ini menampilkan karya dari hampir 40 pemegang hibah Foundation dan mitra lainnya, hal itu  untuk menginspirasi kolaborasi sekitar misi bersama yaitu reinventing toilet.

Hampir satu tahun yang lalu,pihak  Yayasan menantang perguruan tinggi untuk merancang toilet yang dapat menangkap dan mengolah limbah manusia tanpa air bersih, saluran pembuangan atau sambungan listrik, dan mengubah kotoran manusia menjadi sumber daya yang berguna. Delapan universitas dari seluruh dunia dipilih untuk menghadapi tantangan. Loughborough adalah satu-satunya universitas di Inggris yang mendapat hibah $ 400.000 untuk penelitian.