Teknopreneur.com – “Kami ingin mahasiswa kami berkarya sejak dini,” ujar Meiliana Deputi Head of School of Computer Science. Jadi bukan hanya mengandalkan nilai di ijasah apalagi sertifikat. Itu tak bisa dijadikan patokan untuk mahasiswa. Apalagi lihat persaingan masuk dunia kerja saat ini. Kami tak ingin ada mahasiswa kami kesulitan mencari kerja hingga akhirnya menjadi pengangguran. Jadi sejak dua tahun ini kami mengadakan kompetisi IT, agar mereka bisa memiliki karya.

Kompetisi IT yang dilaksanakan oleh Universita Bina Nusantara berkerjasama dengan Microsoft yang bertema Binus-Microsoft Windows 8 Developer Chalenge (DevChallenge ini dimaksudkan untuk menumbuhkan industri software lokal bagi kalangan mahasiswa Binus (15/2). Sehingga tak sembarangan mahasiswa bisa yang ikut kompetisi ini.Apa lagi yang terseleksi menjadi finalis.

Kompetisi ini diikuti oleh mahasiswa yang memang sudah memiliki karya baik games maupun non games. Dan karyanya tersebut minimal sudah 100 didownload oleh masyarakat sejak septermber yang lalu. Jadi bisa terlihat semakin karyanya banyak didownload berati semakin siap juga mereka terjun ke dunia industri,”ujar Budi Yulianto Technology Development Manager. Serupa dengan Mei dan Budi, Yugi Nugraha dari Microsoft Indonesia, menurutnya mahasiswa IT dibinus jangan hanya sekedar jago IT namun harus bisa menjadi teknopreneur sejati. Jadi mengerti juga dunia bisnis,bagaimana strategi agar karyanya bisa dipasarkan dan tembus dunia industri.

Fredy Purnomo,Dean of School of Computer Science Binus juga mengharapkan dengan berlangsungnya kompetensi ini maka para mahasiswa semakin bertambah wawasannya dan terus memacu dirinya untuk mengembangkan potensinya terutama dalam mobile programming. Selain itu karya yang dihasilkan bukan sembarang karya namun bisa menghasilkan karya yaang inovatif dan inspiratif sehingga bisa berguna bagi masyarakat luas. Ia pun menyarankan kepada mahasiswanya  untuk menjadi technopreneur muda yang selain bisa mengembangkan produk juga bisa meningkatkan kerjasamanya dan kontribusnya dalam ekosistem IT yang lebih besar.