Teknopreneur.com – Sebagai negara agraris, Indonesia dianugerahi banyak kekayaan alam. Berbagai jenis tanaman dapat tumbuh subur. Tak heran, banyak masyarakat yang bermata pencaharian sebagai petani. Mayoritas penduduk Indonesia selain menjadi petani, juga berprofesi sebagai peternak. Warga biasanya memilih hewan seperti kambing, kerbau, dan sapi untuk dipelihara. Selain harga jual yang lumayan tinggi, makanan dan pemeliharaannya juga cukup mudah.

Namun, selama ini peternak belum mampu memanfaatkan kotoran sapi. Sebagian besar justru menganggap kotoran sapi adalah limbah yang harus dibuang. Jika ingin dimanfaatkan, masyarakat biasanya hanya menggunakannya sebagai pupuk organik. Padahal, jika mau diolah lebih lanjut, kotoran sapi dapat dimanfaatkan sebagai sumber energi listrik.

Pengolahan kotoran sapi sebagai sumber energi listrik pernah dilakukan oleh beberapa dosen Jurusan Teknik Elektro Universitas Lampung. Tim yang diketuai oleh M. Komaruddin ini menggagas pembuatan biogas Telepong Society. Ide ini muncul saat mereka melakukan survey lapangan di Desa Margatiga, Lampung Timur.

Profil sebagian warga desa yang memiliki sapi sebagai hewan ternak membuat Timnya berinisiatif mengubah kotoran sapi menjadi energi biogas. Biogas yang dihasilkan dari pengolahan kotoran sapi ini akan dimanfaatkan sebagai sumber energi.

Menurut Komar, pengolahan kotoran sapi menjadi menjadi biogas relatif mudah. Masyarakat hanya harus mengumpulkan bahan berupa kotoran sapi. Selanjutnya, kotoran sapi dimasukkan ke dalam digester  dan dialirkan ke dalam selokan penampungan telepong. Kotoran sapi perlu dibiarkan beberapa lama dengan penambahan zat kimia untuk menghilangkan bau. Selanjutnya, gas yang terbentuk dari kotoran sapi ini ditampung dalam tempat penampungan gas. Dengan bantuan generator, biogas akan dikonversi menjadi energi yang dapat digunakan untuk menghidupkan lampu, bahkan komputer.  

Komar berharap pemanfaatan energi yang dihasilkan dari kotoran sapi ini dapat lebih dikembangkan. Dengan demikian, kotoran sapi dapat dimanfaatkan secara optimal. Menurutnya, pengolahan kotoran sapi ini dapat dimanfaatkan oleh para peternak sebagai sumber energi listrik di sekitar peternakan sapi. Peternak dapat menghemat listrik setiap bulannya.

Selain Komar, tiga dosen lain yang membantu program ini adalah Sri Ratna Sulistiyanti, Lukmanul Hakim, dan Yulliarto Raharjo. Selain itu, sembilan mahasiswa Jurusan Teknik Elektro juga membantu pembuatan Biogas Telepong Society  ini. Mereka adalah Supriyadi, Dimas Adityawarman, Rudy Dharmawan, Bambang Tri Atmojo, Andri Gunawan, Didi Ardiansyah, Windu, Chandra Lima Silalahi, dan Perdana Agung.