Teknopreneur.com – Para pakar saat ini terus berusaha menciptakan inovasi untuk membuat suatu produk yang dapat meminimalisir kerusakan terhadap lingkungan. Energi terbarukan lah yang digadang – gadang ramah terhadap lingkungan ketimbang energy yang terbentuk dari Fosil itu. Maka dari itu muncullah berbagai alternatif, hal ini yang mendorong Bindeghwar Pathak seorang berkebangsaan India ini untuk membuat konsep Toilet Biogas.

Konsep toilet ini ia perkenalkan saat KTT di india dengan tujuan untuk meminimalisir pemanasan global.  Kotoran manusia di ubah menjadi senyawa Biogas yang dapat dijadikan tenaga listirk, bahan bakar, sedangkan cairan urine manusia dapat dijadikan pupuk dengan menyediakan bak – bak penampung (Septic tank) sebagai penerima langsung kototran dari toilet atau biasa disebut digester.

Cara kerjanya sederhana, yaitu untuk mendapatkan bioagas digester haruslah bersifat anaerobic dengan suhu disekitaran 27-28 C, ini berkaitan dengan hidup bakteri yang memproses biogas pada tempat yang tidak ada oksigen, sehingga kotoran organik yang dimasukan ke dalam bioreaktor bisa dikonfersi oleh mikroba. Proses ini akan terbentuk selama kurang lebih 7 hari, seteleh itu gas metana (Ch4) sudah terbentuk dan siap tuntuk digunakan.

Sampai saat ini penggunaan toilet umum penghasil biogas dudah diterapkan diberbagai wilayah di Indonesia, akan tetapi belum terlalu maksimal dikarnakan sosialisasi yang dilakukan pemerintah tidak lebih hanya sekedar jargon saja. Hal ini perlu dipertimbangkan sebagai bahan alternatif khusunya didaerah daerah yang tergolong sanitasi masyarakatnya kurang baik.