Teknopreneur.com – Penyakit jantung koroner menempati urutan pertama penyebab kematian di Indonesia. Selain sulit dideteksi penyebabnya, penyakit jantung juga sering menyerang secara tiba-tiba. Bahkan, saat ini korban meninggal akibat penyakit jantung tidak hanya dari kalangan lansia. Orang yang berusia produktif  juga tercatat pernah menjadi korban. Misalnya, aktor sekaligus anggota DPR RI, Adji Masaid diduga meninggal karena serangan jantung.

Seseorang yang menderita penyakit jantung biasanya harus memperhatikan pola makanan. Selain itu, mereka juga harus rajin mengontrol jantungnya ke rumah sakit dan berkonsultasi dengan ahlinya. Biaya kontrol jantung ini biasanya menghabiskan uang yang lumayan besar. Jumlah ratusan ribu rupiah harus keluar setiap kali check up.

Alasan inilah yang membuat Ageng Sadnowo mengembangkan alat pendeteksi jantung. Alat ini akan membantu seseorang memeriksa keadaan jantungnya melalui smartphone. Dengan demikian, pemeriksaan jantung dapat dilakukan dari mana saja tanpa mengeluarkan biaya.

Alat yang sedang ia kembangkan ini belum ia beri nama. Namun, menurut Ageng, prinsip dasar alat ini adalah mengkonversi grafik  elektrogiagram (EKG) jantung seseorang ke dalam bentuk image. Hasil image ini selanjutnya dapat dibaca oleh komputer yang terlebih dahulu telah diberi kecerdasan buatan. “Jadi semua data tentang menyakit jantung telah di input terlebih dahulu,” ujarnya.

Ia menambahkan, alat ini juga akan dilengkapi oleh aplikasi yang memungkinkan seseorang untuk membaca hasil pemeriksaan jantungnya. Hasil pemeriksaan ini berupa keadaan jantung pasien. Selain itu, jika tedapat gejala penyakit jantung, sistem akan segera memberi tahu. “Saran pengobatan juga akan diinformasikan,” tambahnya. Dosen Teknik Elektro Universitas Lampung ini bahkan berencana menciptakan aplikasi pendeteksi penyakit jantung melalui smartphone.

Sejauh ini, Ageng telah sampai pada proses pengubahan data dalam bentuk image. Ia berharap penelitiannya ini dapat selesai tahun depan. Menurutnya, alat ini akan membantu banyak orang dan dapat menjadi solusi. “Banyak orang yang malas pergi ke dokter untuk periksa jantung. Alat ini dapat membantunya,” ungkapnya.