Teknopreneur.com – Di era modern ini perkembangan teknologi tak dapat luput dari kehidupan masyarakat sehari-hari, pemanfaatan teknologi ultrasonik pun semakin sering digunkan dalam berbagai bidang, diantaranya bidang kesehatan, perindustrian, dan lain lain. Indonesia sebagai negara yang sebagian besar penduduknya berprofesi sebagai petani,  mempunyai konsumsi pupuk fosfat yang cukup tinggi. Kebutuhan pupuk fosfat yang cukup tinggi tersebut dipenuhi oleh industri-industri besar dan beberapa industri pupuk fosfat skala kecil yang memproduksi pupuk fosfat alam.

Unsur fosfat merupakan salah satu nutrisi utama tanaman yang sangat esensial bagi tanaman disamping unsur nitrogen dan kalium. Peranan pentingnya adalah memacu laju pertumbuhan akar dan pembentukan sistem perakaran serta memacu pertumbuhan generati tanaman. Fosfat sendiri banyak tersedia di alam sebagai batuan fosfat . Agar dapat dimanfaatkan tanaman, batuan fosfat alam yang memiliki kandungan fosfat yang tidak larut dalam air  harus diubah menjadi senyawa fosfat  yang larut dalam air.

Selama ini pelarutan fosfat dilakukan dengan asam sulfat atau asam kuat, dan dalam pelarutannya dibutuhkan waktu sekitar satu bulan, itupun tidak 100% tepung fosfat yang dilarutkan akan larut. Bertitik tolak dari hal tersebut, Sugeng Triyono dosen Fakultas Pertanian Universitas Lampung melalui penelitian Hibah Unggulan PT berinovasi untuk memaksimalkan dan meminimalisir waktu yang dibutuhkan dalam melarutkan fosfat.

Ia menggunakan teknologi ultrasonik sebagai pengganti asam sulfat yang harganya mahal serta air sebagai media pelarut. Batuan fosfat yang telah menjadi tepung akan diektraksi secara efektif dan efisien dengan alat bernama Ultrasonik Generator, alat dengan teknologi ultrasonik ini melarutkan fosfat yang dicampur dengan air sebagai media pelarut dengan tegangan listrik 1000-1500 Watt yang menghasilkan frekuensi getaran hingga 20 KHz, dengan frekuensi getaran setinggi itu akan mengakibatkan perubahan tekanan yang sangat cepat atau cavitation, tekanan naik turun dengan singkat per 20.000 detik.

Dari proses tersebut terjadi reaksi fisikokimia,  molekul air (H2O) yang stabil dipecah menjadi ion radikal H+, OH, dan H2O2. Ion H+ akan berikatan dengan PO4 yang berikatan dengan batu menjadi asam fosfat (H3PO4) yang larut dalam air menjadi pupuk. Pelarutan menggunakan teknologi ultrasonik ini dapat melarutkan lebih banyak fosfat dibanding asam sulfat, dan prosesnya hanya membutuhkan waktu 5 menit. Tingkat kelarutan yang dihasilkan berbanding lurus dengan kesuburan tanah, semakin tinggi kelarutannya semakin besar kesuburan tanah yang dihasilkan.