Teknopreneur.com – Tampaknya filosofi yang diberikan kepada pohon kelapa memang tidak main – main atau hanya sekedar dongeng. Filosofi yang kuat membuat tumbuhan ini di jadikan lambang Pramuka, karna di nilai  dari pohon yang satu ini tidak ada yang terbuang sacuil pun. Sampai – sampai hanya dari serat kelapa nya saja atau yang biasa disebut Nata De Coco bisa dijadikan rompi anti peluru.

Dalam proses pembuatam rompi anti peluru ini ternyata yang di jadikan bahan baku yaitu turunan dari nata de coco (chemical).  Nata de coco  memiliki kualitas tinggi untuk di jadikan rompi anti peluru, hal itu pun sudah di akui oleh perindustrian angkatan darat (PINDAD). Proses pengembangan nya pun saat ini masih terus dilakukan.

Hal ini pada hakikatnya merupakan peluang dikarnakan Bangsa ini terkenal dengan produksi kelapa nya,  Indonesia memiliki lahan perkebunan kelapa terluas di dunia, dengan luas areal mencapai 3,86 juta hektare (ha) atau 31,2 persen dari total areal dunia sekitar 12 juta ha. Sebaagian besar (98%) dari total luas perkebunan kelapa di indonesia merupakan perkebunan rakyat, dan sisanya berupa perkebunan negara dan perkebunan swasta.

Meskipun potensinya begitu besar secara nasional maupun di dunia, namun kelapa belum menjadi komoditas unggulan. Berbagai permasalahan masih dirasakan di tingkat petani, industri pengolah dan pada tingkat pemasaran. Permasalahan yang dihadapi juga beragam mulai dari teknis budidaya, skala usaha, teknologi pengolahan, pemasaran produk, sumber daya manusia, akses permodalan, infrastruktur, kesenjangan informasi dan dukungan kebijakan.