Teknopreneur.com –  Kondisi air di bumi awalnya bersih namun saat limbah jahat bernama King Waste datang kondisi air menjadi tercemar. King Waste bersama anak buahnya beramai-ramai menangkap semua air bersih,termasuk ibunya. Kelangkaan air bersih pun terjadi.

Wowti, satu-satunya air bersih yang selamat  pun merasa geram saat melihat  teman-temannya dan ibunya tertangkap limbah jahat. Ia pun bertekad untuk menyelamatkan mereka. Namun dalam proses penyelamatan ternyata tak mudah, harus melalu siklus air yang panjang. 3 level berada di sungai, 3 level di langit dan 3 level di daratan. Saat berada di langit pun bukan berarti air bersih ini akan aman, Wowti harus berhadapan dengan awan cumolonimbus yakni awan hitam penyebab hujan. Belum lagi beberapa bakteri jahat yang merintangi perjalanannya.

Itulah sedikit gambaran  tentang game wowter karya siswa kelas X Madrasah Technonatura, Depok Jawa Barat. Game dibawah bimbingan Hendra Chaniago ini dibuat dilatarbelakangi dengan  permasalahan air di Indonesia yang tak kunjung selesai khususnya  daerah Ibu Kota.

Kondisi air di Jakarta sangat tinggi tingkat pencemarannya, alhasil sangat sulit mencari air bersih. Belum lagi permasalahan banjir akibat dari ulah manusia yang menutup daerah serapan air dengan gedung-gedung yang tinggi. Alhasil air mengenang diatas permukaan sehingga terjadilah banjir yang setiap tahun terjadi.

Game yang diperuntukan bagi anak-anak berusia 7-12 tahun ini bisa bukan hanya sekedar game namun juga ada unsur edukasinya dimana para pemain disuguhkan tentang terjadinya siklus air, fungsi air hingga bahayanya bakteri jahat yang berada di air.  Laudza Ulayya, berharap game yang ia dan delapan temannya ciptakan bisa membuat sadar orang-orang yang memainkan gamenya. Jadi mereka tahu bagaimana sulitnya mencari air bersih di negara ini. Sehingga mereka tak lagi melakukan pencemaran di bumi ini.