Teknopreneur.com –Kesulitan air bersih yang mulai melanda Indonesia saat ini terutama di kota-kota besar harus mulai diwaspadai. Saat musim kemarau, tak jarang siaran televisi mendaftar nama-nama daerah yang kekeringan. Padahal, Indonesia termasuk negara yang curah hujannya cukup tinggi setiap tahun. Pengelolaan air laut menjadi air bersih nampaknya harus dipikirkan.

Negara timur tengah, seperti Arab saudi sudah lama menerapkan hal tersebut. Sebagai negara yang panas dan jarang mendapat hujan, pemerintah Arab Saudi sukses memberikan solusi bagi warganya. Indonesia tentu lebih banyak dianugerahi perairan. Sebagai negara maritim, rasanya Indonesia tak akan kekurangan bahan jika berminat melirik pengolahan air laut menjadi air bersih. Proses ini dikenal dengan nama desalinasi.

Dalam proses tersebut, zat penyerap garam-garam dalam air laut memegang peranan penting. Karboksil merupakan zat penyerap atau adsorben yang sangat efektif dalam proses ini.

Karboksil adalah zat yang dibuat dengan campuran karbon dan silika. Selama ini karbon terkenal sebagai zat penyerap yang ekfektif. Silika juga mempunyai kemampuan yang sama. Kedua unsur yang sama-sama suka menyerap ini apabila digabungkan akan menjadi suatu bahan dengan penyerapan yang baik.

Karbosil ini telah diuji cobakan untuk menyerap garam-garam dalam air laut. Kandungan garam seperti Natrium Klorida (NaCl) dalam air laut sangat melimpah. “Saat ini untuk mendapatkan air bersih sangat sulit, banyak orang yang kesulitan mendapatkan air bersih,” tuturnya. Karbosil ini juga telah diujicobakan di Laboratorium. Metode yang digunakan dalam pembuatan karbosil ini adalah metode pirolisis. Metode pirolisis yaitu metode dengan cara pemanasan tanpa memerlukan oksigen. Hasil sampingnya berupa asap cair yang dapat digunakan untuk menggumpalkan getah karet.

Pembuatan silika dari sekam padi ini masuk Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (Pimnas) 2010 lalu di Bali. Mahasiswa yang mewakilinya, Gia Yustika KA (Kimia’07), Fadhila Theresia S (Fisika’06) dan Violina Sitorus (Fisika’08). Mengenai silika dan proses pembuatannya sudah dibukukan. Washington dibantu Prof Irwan Ginting menggarapnya dari tahun 2009 dengan judul Potensi Produk Industri Berbasis Sekam Padi.