Teknopreneur.com – Biodiesel sebagai salah satu energi terbarukan di Indonesia menjadi sumber energi yang patut diperhitungkan. Energi ini merupakan salah satu alternatif yang baik untuk menggantikan bahan bakar fosil sebagai sumber energi transportasi utama. Hal ini karena biodiesel merupakan bahan bakar terbaharui yang dapat menggantikan diesel petrol. Bahan yang mudah didapat dan ramah lingkungan merupakan salah satu keunggulannya.

Di berbagai negara, penggunaan dan produksi biodiesel meningkat dengan cepat, terutama di Eropa, Amerika Serikat, dan Asia. Di Indonesia, sebagian SPBU juga sudah mulai menawarkan penyediaan biodiesel kepada konsumen. Berbagai perusahaan kendaraan juga sengaja mendesain produknya menggunakan biodiesel sebagai bahan bakar.

Dalam pembuatannya, proses mendapatkan biodesel ternyata membutuhkan katalis. Katalis berperan penting untuk mempercepat terjadinya reaksi. Ini artinya, katalis yang baik akan dapat mempercepat waktu produksi biodiesel.

Umumnya dalam pembuatan biodiesel digunakan katalis asam atau basa. Namun katalis tersebut sangat korosi sehingga tidak ramah lingkungan. Selain itu, biaya yang diperlukan untuk membeli zat asam atau basa juga cukup menguras kantong.

Sekam padi yang banyak dibuang usai musim panen ternyata dapat menjadi penggantinya. Jika dikembangkan, sekam padi dapat digunakan sebagai salah satu alternatif katalis organik. Selain ramah lingkungan, biaya yang dikeluarkan pun tentu jauh lebih murah sebagai pengganti zat asam dan basa.

Awalnya, sekam padi dilarutkan dalam KOH sampai dihasilkan sol. Lalu dimasukkan serbuk seperti besi, nikel, dan titanium ke dalamnya. Proses ini diperoleh katalis heterogen, yaitu besi silika berwarna kuning, nikel silika berwarna kecoklatan, dan titanium silika berwarna putih. Katalis heterogen inilah yang kemudian dapat dijadikan sebagai katalis dalam proses pembuatan biodesel.

Washington Simanjuntak, seorang dosen kimia di Universitas Lampung yang mengembangkan ini berharap banyak orang yang tertarik mengambangkannya. Ia menilai banyak sumber daya alam Indonesia yang dapat dimanfaatkan. “Sebenarnya Indonesia ini adalah harta karun, tapi sayang Indonesia kurang peka terhadap hasil SDA-nya,”tuturnya.